Herman Muchtar: Pembangunan Budaya Lokal Harus Tepat Sasaran

oleh -
Seorang peserta Festival Geopark Ciletuh menampilkan kostum khas karnaval yang dirancang dengan begitu apik dan unik dalam agenda budaya yang berlangsung di di Lapangan Panenjoan Taman Jaya, Desa Tamanjaya, Ciemas, Kabupaten Sukabumi,Jawa Barat, tahun lalu. Foto: Jelajah Nusa/adhi

JALAJAHNUSAE.com, Bandung – Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI Jawa Barat menyambut baik keinginan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mendorong masyarakat Indonesia  memanfaatkan kearifan lokal di daerah masing-masing sebagai upaya membangun pariwisata berkelanjutan di era adaptasi kebiasaan baru (AKB).

“Ini oke-oke saja, yang penting  adalah pemahaman,penjabaran dan pelaksanaannya di lapangan tepat sasaran. Dalam kondisi terpuruk seperti sekarang, memang dibutuhkan percepatan pemulihan ekonomi agar industri bisa segera jalan,” kata ketua GIPI Jawa Barat Herman Muchtar ketika dihubungi Jalajahnusae.com, Rabu (02/09/2020).

Menurut Herman—yang juga Ketua PHRI Jawa Barat ini, terkait budaya lokal yang bisa menarik kunjungan wisatawan  Jawa Barat memiliki banyak potensi. Bahkan di setiap kabupaten dan kota, ada saja ikon yang sangat unik dan menarik. Persoalannya, untuk membangkit aset tersebut tentu dibutuhkan pemahaman yang sama.

Apalagi dalam kondisi pandemi seperti sekarang, keberadaan budaya lokal yang sangat unik tersebut sebetulnya bisa dikemas sebagai salah satu daya tarik wisatawan. Dengan cara ini, diharapkan bisa membantu pemulihan ekonomi di Jawa Barat,  supaya tidak menimbulkan keterpurukan lebih parah lagi akibat pandemi corona yang sudah berjalan memasuki bulan ke-7.

“Oleh sebab itu, kami juga sudah merekomendasikan masuknya pesawat-pesawat jet ke Bandara Husein Sastranegara, seperti Garuda Indonesia,Lion Group, Citilink dan lainnya,” kata Herman.