Pandemi Covid-19 Tak Menyurutkan Orang Pergi Liburan, PAD Pariwisata Bantul Naik

by -
Para wisatawan saat menikmati momen sore di Puncak Sosok, Desa Bawuran, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. (Foto:IG-@djlilik_)

YOGYAKARTA, Jalajahnusae.com – Situasi Pandemi Covid-19 tak menyurutkan masyarakat untuk bepergian ke beberapa tempat wisata.

Terbukti sepanjang tahun 2020, beberapa lokasi destinasi wisata masih banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai pelosok daerah.

Salah satunya di Bantul dan Gunungkidul, Yogyakarta, bahkan kunjungan wisata setahun melebihi target yang ditentukan.

Kepala Seksi Promosi dan Informasi Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Markus Purnomo Adi menyampaikan target awal Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bantul dari sektor wisata sekitar Rp 32 Miliar, namun karena pandemi target diturunkan menjadi sekitar Rp 14 miliar.

“Namun kita bisa memenuhi target kunjungan wisata tahun ini dengan capain lebih dari Rp 16 miliar dengan kunjungan lebih dari 1,7 juta pengunjung,” kata Markus Jumat (1/1/2021) sebagaimana dilansir Kompas.

Selain itu, lanjut Markus, kawasan pantai masih menjadi favorit wisatawan tahun 2020, terutama kawasan Pantai Parangtritis.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan, sejak tanggal 24-31 Desember 2020, pengunjung kawasan wisata yang melakukan uji coba operasional mencapai 101.575 orang, dengan pendapatan lebih dari Rp 800 juta.

Adapun untuk total kunjungan selama tahun 2020 mencapai 1.853.223 pengunjung dengan asumsi pendapatan asli daerah (PAD) yang masuk mencapai lebih dari Rp 14 miliar.

Kawasan pantai masih mendominasi pendapatan asli daerah dari sektor wisata ini, disusul kawasan lain seperti Goa Pindul hingga Gunung Api Purba Nglanggeran.

“Untuk kunjungan wisata selama tahun 2020 melebihi target yang ditentukan. (Sementara) untuk target kunjungan wisata yakni 1.811.316 orang atau 102 persen dari target,” kata Harry.

Selama tahun 2020 pihanya sempat menutup kawasan wisata selama hampir tiga bulan pada awal masa pandemi Covid-19.

Lalu uji coba pembukaan kawasan wisata secara bertahap, dan adanya pembatasan pengunjung.

Selama ini, untuk pengunjung yang akan masuk kawasan wisata harus mengenakan masker, dan tetap menjaga jarak.

Ada ratusan tempat cuci tangan yang dibangun Pemkab Gunungkidul agar tidak terjadi klaster Covid-19. (*/adh)

 

Sumber: kompas