Jalur Puncak-Cipanas Normal Kembali Setelah 10 Jam Ditutup

oleh -
Jalan Raya Puncak Bogor, Jawa Barat pada malam pergantian tahun dtitutup total. Memasuki, Jumat dini hari (01/01/2021) akses kedua arah kembali dibuka. (Foto: Jalajah Nusae.adhi)

JAKARTA, Jalajahnusae.com – Jalur Puncak-Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat kembali normal dari kedua arah, setelah sebelumnya ditutup selama 10 jam lebih.

Tepat, dini hari tadi, Jumat (01/01/2021) sekitar pukul 05.15 WIB, petugas kepolisian Cianjur membuka akses jalan yang ditutup sebagai upaya memutus antrian dan membatasi volume kendaraan menjelang malam pergantian tahun.

Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai di Cianjur Jumat, mengatakan sejak pagi hingga malam hari penyekatan dan pemeriksaan surat keterangan bebas COVID-19 antigen gencar dilakukan di sejumlah chek point di sepanjang jalur utama Puncak-Cianjur.

“Bahkan sebelum jalur menuju Puncak-Cipanas ditutup tepat pukul 18.00 WIB, petugas gabungan memulangkan ratusan kendaraan pendatang karena tidak mengantongi surat bebas COVID-19 antigen, bahkan larangan bagi warga untuk merayakan malam tahun baru di luar rumah, cukup maksimal diterapkan,” kata Rifai, Jumat (1/1/2021).

Hingga dini hari volume kendaraan yang melintas di Jalur utama Puncak hingga Cianjur sepi, padahal biasa setiap akir tahun mengalami antrian hingga macet total.

Sehingga menjelang dini hari, jalur utama yang sempat ditutup selama delapan jam sebagai upaya antisipasi meningkatnya volume kendaraan menjelang malam pergantian tahun, kembali dibuka normal dan dapat dilalui kendaraan dari kedua arah mulai dari Cianjur ke Bogor atau sebaliknya.

“Namun siang nanti, kita akan lihat situasi kalau volume kendaraan meningkat, maka akan diberlakukan sejumlah rekayasa arus di sepanjang jalur yang sama. Kemungkinan penyekatan dan pemberlakuan sistem satu arah akan diterapkan, namun sifatnya situasional,” jelasnya.

Sementara hingga malam pergantian tahun, tidak terlihat kerumunan masa mulai dari kawasan Puncak hingga tengah kota Cianjur. Namun bunyi kembang api dan petasan saat detik menjelang pergantian tahun, sempat terdengar di sejumlah titik, namun tidak seramai pada pergantian tahun sebelumnya.

“Sebagian besar warga mematuhi larangan untuk tidak menggelar acara pada malam pergantian tahun yang dapat mengundang kerumunan atau keramaian. Berbagai upaya yang dilakukan petugas gabungan sangat maksimal, sehingga harapan kami tidak ada klaster baru setelah tahun baru,” tutupnya. (rri/adh)