Top Cycling Club “Santo Alysius” Gelar Tour de Pangandaran

oleh -
Sebuah komunitas sepeda alumni Santo Aloysius,Top Cycling Club (TCC) kembali menggelar tour untuk merayakan hari ulang tahun ke-4. Kali ini rute yang ditempu adalah Tasikmalaya-Pangandaran sejauh 105 kilometer. Foto: ist

JALAJAHNUSAE.com – Top Cycling Club (TCC), sebuah komunitas sepeda alumni Santo Aloysius kembali menggelar tour untuk merayakan hari ulang tahun ke-4. Kali ini pilihannya adalah Tour de Pangandaran yang berlangsung,Minggu (25/8/2019), sejauh 105 kilometer.

Ketua TCC Kodiat Siantan mengatakan, peserta yang ikut ambil bagian dalam tour de Pangandaran sebanyak 23 dengan mengambil rute Tasikmalaya menuju Pangandaran melewati Parigi-Cijulang dan berakhir Pangandaran.

“Kami berangkat pukul 05.00 WIB dari Bandung menggunakan bus kemudian tiba di Tasikmalaya pukul 10.00 WIB. Dari Tasikmalaya kita mulai start dan tiba di Pangandaran pukul  16.00 WIB. Sempat makan dulu di Danau Lemona Salopa di Tasik,” kata Kodiat.

foto:ist

Ditambahkan Kodiat, kegiatan TCC ini selain menerapkan pola hidup sehat dengan bersepeda juga berupaya membangun interaksi sosial.

Dalam setiap event yang digelar TCC juga melakukan kegiatan charity dengan memberikan bantuan kepada panti asuhan.

Tahun lalu, event serupa juga digelar di Cipanas, Cianjur dan akan terus berlangsung dengan menyambangi beberapa kota di Jawa Barat.

“Harapan kami di tahun-tahun mendatang peserta yang mengikuti kegiatan bersepeda seperti ini akan terus bertambah. Hingga saat ini anggota TCC sudah mencapai 203 orang. Mereka tersebar diseluruh Indonesia, bahkan ada juga yang di luar negeri,” jells Kodiat.

Pembina TCC Rudi Atip ikut ambil bagian dalam gowes Tour de Pangandaran yang berlangsung,Minggu (25/8/2019). Foto:ist

Latar belakang anggota TCC,lanjut Kodiat,sangat beragam. Ada yang berprofesi sebagai pengacara,pengusaha,professional, PNS dan lainnya.

Ketua Pembina TCC Rudi Atip mengemukakan bahwa kegiatan gowes ini sangat banyak manfaatnya, tidak saja bagi kesehatan tetapi juga dalam membangun interaksi sesama anggota bahkan terhadap masyarakat disekitar rute yang dilalui.

“Kami juga jadi lebih memahami, apa yang dikehendaki masyarakat di rute-rute yang dilewati. Selanjutnya sering kita diskusikan untuk bisa turut berkontribusi dalam melaksanakan program pembangunan di daerah-daerah pedalaman,” kata Rudi Atip, pemilik Cassadua Hotel, Bandung ini.

(adh)