Oalaa, Yang Bikin Signal Juga Jebolan WhatsApp Toh

by -

JALAJAHNUSAE.com – Pantes aja, user tak ragu berpindah ke Signal karena si pembuatnya Brian Acton, sebelumnya adalah  Co-Founder WhatsApp.

Brian meninggalkan WhatsApp pada September 2017, usai Facebook mengakuisisi WhatsApp pada 2014. Rupanya ia tau betul jeroan WhatsApp yang kemungkinan lebih banyak mengejar “keuntungan” ketimbang memberikan layanan yang lebih secure kepada pelanggan.

Sebagaimana diketahui Signal tiba-tiba meroket berbarengan dengan cuitan akun Twitter, Elon Musk  yang memposting tulisan  “Use Signal”. Cuitannya di Twitter itu pun menuai banyak respon dari netizen.

Pasalnya, tweet tersebut bertepatan dengan hebohnya kebijakan privasi baru WhatsApp yang menuai pro-kontra hingga.

Cuitan Bos Tesla tersebut pun disinyalir sebagai ajakan untuk beralih ke platform pesan singkat Signal.

Alhasil, Signal pun mendadak jadi sorotan. Enggak cuma itu, Signal juga jadi primadona baru di antara platform pesan singkat lainnya.

Tembus 10 Juta Pengguna

Sebagai aplikasi pesan singkat, Signal juga punya sejumlah fitur yang mirip dengan WhatsApp dan Telegram. Fitur tersebut antara lain bertukar pesan teks, suara, video, hingga dokumen.

Diluncurkan tahun 2013, saat itu Signal langsung menembus angka 10 juta pengguna lho! Dari data Sensor Tower, sepekan terakhir, sudah ada lebih dari 100 ribu pengguna yang menginstal Signal di smartphone mereka.

Menariknya, Signal ternyata enggak pernah mengambil pendanaan venture capital (VC) atau mencari investasi lho.

Soalnya, mereka merasa ketika lebih mengutamakan keuntungan, hal itu enggak akan sejalan dengan membangun proyek berkelanjutan yang mengutamakan pengguna.

Di laman resminya, Signal pun mengakui kalau hal itu cukup berdampak pada manajemennya. Misalnya, kurangnya sumber daya atau kapasitas kami dalam jangka pendek

Namun, mereka tetap optimis kalau nilai-nilai tersebut akan mengarah pada pengalaman terbaik dan bersifat jangka panjang.

Pendanaan pertama Signal berasal dari Brian Acton, yang pada 2018 bergabung sebagai Ketua Eksekutif dari The Signal Foundation. Saat itu, Brian mendanai Signal sebesar US$50 juta.

Dana itu pun digunakan untuk meningkatkan banyak aspek Signal, seperti jumlah tim, kapasitas, hingga misi Signal yakni mengembangkan teknologi privasi sumber terbuka yang melindungi kebebasan berekspresi dan memungkinkan komunikasi global yang aman.

Adapun, hingga kini, Signal diketahui enggak pernah menanggung sendiri biaya overhead manajemennya lho!

Penggantinya, mereka lebih memilih untuk mengandalkan Freedom Of The Press Foundation sebagai sponsor fiskal. (*/adh)

 

Sumber : Bisnis