Pernak-pernik dari Kulit Kerang, Cenderamata Khas Biak

oleh -
Pernak-pernik khas Biak. (Foto Dessy Fina/pesona.travel)

JALAJAH NUSAE – Melimpahnya kulit kerang yang berserakan di pantai menjadi berkah tersendiri bagi perajin di Biak Numfor, Papua. Aneka bentuk dan warna kulit kerang tersebut diolah secara kreatif menjadi berbagai jenis pernak-pernik dan perhiasan yang menarik.

Seperti dilansir laman pesona.travel, hasil karya perajin Biak kini menjadi cenderamata khas Biak. Mayoritas para perajin merupakan kaum perempuan. Diantaranya Sarce Dimara dan Mariam Kendi. Mereka tiap hari menjual kerajinan tangannya di kawasan wisata Biak dan berharap kerajinan tangannya dapat dikenal hingga ke tanah Jawa atau Indonesia bagian barat.

Kreativitas mereka sangat luar biasa dan pantas mendapat apresiasi. Sebuah kulit kerang didesain menjadi anting-anting, mata kalung, gelang, tempat tisu, pot bunga yang mungil, jepitan rambut, gantungan kunci dan masih banyak lagi.

Bahan kulit kerang juga dikombinasikan dengan kayu rotan. Semua proses pembuatan akseoris dan perhiasan itu secara keseluruhan dilakukan secara manual oleh tangan pengrajin. Misalnya saja tusuk konde wanita.

Aksesori rambut tersebut, dibuat dari rajutan rotan yang dibentuk seperti jepitan rambut dan divariasikan dengan 5-10 jenis kerang dan beberapa spesies tumbuhan yang tumbuh di pantai Biak. Jepitan rambut atau biasa disebut tusuk konde cantik ini dijual dengan harga sangat terjangkau yaitu seharga Rp 25 ribu.

Selain perhiasan, mereka juga menjual berbagai hiasan yang sangat cocok untuk cenderamata. Seperti hiasan dinding berbentuk bunga yang dibuat dengan cara memanfaatkan rotan kemudian dirajut atau dibentuk seperti kembang besar.

Cincin rotan besar kemudian dikaitkan antara yang satu dengan lainnya sampai pada kembang rotan tersebut. Kemudian rotan tersebut diberi hiasan 5-10 jenis spesies kerang dengan berbagai variasi bentuk dan warna.*** (IG)