Puluhan Stan Ramaikan Pameran Bandung Local Brand Fashion and Craft 2020

oleh -
Pameran Bandung Local Brand and Craft 2020
Wali Kota Bandung, Oded M. Danial didampingi sang istri Siti Muntamah yang juga Ketua Dekranasda Kota Bandung saat mengunjungi stan-stan pameran. (Foto Humas Kota Bandung)

JALAJAHNUSAE.com – Akhir pekan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menggelar pameran fesyen dan kerajinan tangan bertajuk “Bandung Local Brand Fashion and Craft 2020”. Pameran dibuka mulai hari ini, Jumat (28/2/20), hingga Minggu (1/2/20), di Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh No. 66, Kota Bandung.

Pameran yang diselenggarakan untuk mendongkrak promosi para pengrajn dan pengusaha kreatif Kota Bandung ini, dibuka langsung Wali Kota Bandung, Oded M. Danial. Didampingi Ketua Dekranasda Kota Bandung, Siti Muntamah Oded, serta Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ely Wasliah.

Sebanyak 44 stan fesyen dan 41 stan kerajinan tangan berisi produk-produk berkualitas hadir di sana. Warga Kota Bandung maupun wisatawan bisa langsung berburu produk khas asli Kota Bandung yang telah mendunia.

Brand-brand ciamik seperti Mela Technotic, Kaina Handmade, Sevitri Shoes, hingga Doctill Leather Care memajangkan produk-produk terbarunya di pameran ini. Ditambah pula brand Seminority, Kailoka, D’russa, dan Momika yang pernah lolos kurasi Dekranasda Kota Bandung untuk pameran di Manila, Filipina, tahun lalu.

Saat acara pembukaan, Jumat (28/2/20), Ketua Dekranasda Kota Bandung, Siti Muntamah mengatakan, produk-produk yang dipamerkan merupakan hasil kurasi yang sangat ketat oleh para kurator. Mereka terdiri dari akademisi dan para pakar desain. Sehingga produk yang bisa tampil di pameran memiliki kualitas terbaik.

“Kurasi itu berdasarkan kualitas dan pangsa pasar. Kuratornya bukan main-main, doktor. Kita mengambil dari luar, orang-orang yang sudah bisa mengurasi,” ujar Siti, dalam siaran pers Pemkot Bandung.

Selain menyertakan di berbagai ajang pameran, produk-produk yang mengikuti kurasi juga bisa mendapat pembinaan langsung dari para stakeholder Dekranasda Kota Bandung. Upaya ini untuk terus mengasah dan meningkatkan kapasitas para pengrajin.

“Kita fasilitasi dan dampingi. Kalau kurang bagus kita dampingi sampai bagus. Produknya naik dari mulai diterima di pasar lokal seperti sekarang, di regional, di tingkat provinsi. Kalau ada pameran nanti kita bawa, di nasional Inacraft, bahkan sampai di internasional,” ungkapnya.

Terkait hal ini, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial melihat geliat industri di bidang fesyen dan kerajinan tangan tersebut semakin tinggi. Apalagi, Kota Bandung merupakan kota wisata yang banyak dikunjungi pelancong dari seluruh pelosok Nusantara. Ia bahkan menginstruksikan jajaran Disdagin serta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) untuk segera membangun sentra pemasaran industri fesyen, kerajinan tangan, dan kuliner.

“Saya minta ke Bu Ely (Kepala Disdagin) dan Pak Atet (Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Bandung) untuk mencari ruang galeri untuk semua kerajian di Kota Bandung. Bukan hanya craft tetapi juga oleh-oleh juga bagus. Mang Oded melihat kalau keluar tol ada lahan yang mudah-mudahan bisa kita kerjasamakan,” tuturnya.***(IG)