Mengenal Kemplang, Oleh-oleh Khas Palembang

oleh -
Tekstur Kemplang yang renyah. (Foto pesona.travel/Jaka Thariq)

JALAJAHNUSAE.COM – Kemplang memang sudah tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia pada umumnya, karena camilan yang menjadi oleh-oleh khas Palembang, Sumatera Selatan ini sudah ada sejak dulu. Pembuatan kerupuk inipun sudah dilakukan secara turun-temurun.

Nama “kemplang” diambil dari cara pembuatannya. Adonan kerupuk yang sudah tercampur, dikemplang atau dipukul untuk meratakannya. Rasanya yang gurih mudah diterima semua lidah, baik lokal maupun internasional.

Dulu kerupuk ini terbuat dari ikan belida. Namun populasi ikan ini semakin berkurang, sehingga digantikan dengan ikan gabus. Kadang menggunakan juga ikan daging merah. Tetapi warna kerupuk akan berwarna coklat atau keabu-abuan. Tidak seperti kerupuk dari ikan belida yang akan menghasilkan warna putih kekuningan.

Cara pembuatannya masih menggunakan cara tradisional. Ikan yang akan digunakan dicuci bersih. Lalu bersihkan tulang dan kulit ikan, hingga tersisa dagingnya saja. Setelah itu ikan digiling menggunakan alat penggiling tradisional, lesung penumbuk beras. Saat ini industri kerupuk sudah mulai menggunakan blender, untuk mempercepat pekerjaan.

Daging ikan yang telah halus, dicampur dengan tepung tapioka. Bumbu-bumbu rahasia turun temurun, merupakan bagian sejarah Kerupuk Kemplang yang masih terjaga hingga saat ini. Lalu diuleni di meja ulen dengan permukaannya yang keras, licin, rata, dan mudah untuk dibersihkan. Kemudian digiling menggunakan silinder kayu. Ditipiskan dengan cara dikemplang, hingga terbentuk adonan dengan ketebalan 2-3 cm.

Lembar adonan yang sudah tipis, kemudian dicetak. Menggunakan cetakan yang berdiameter 4 cm. Hasil cetakan ini dikukus selama 20 menit, sehingga menghasilkan lembaran kerupuk basah, dengan warna bening yang mengkilat.

Selanjutnya masuk tahap pengeringan. Adonan yang selesai dikukus selama 20 menit, masih harus dikeringkan. Pengeringan cukup dengan cara diangin-anginkan. Proses ini memakan waktu lebih kurang 2-3 hari sampai adonan yang kering akan mengeras. Sebelumnya adonan di potong-potong dengan ukuran 2-3 mm. Hingga berbentuk bulatan kecil.

Keunikan lainnya, kemplang dimasak dengan cara dipanggang. Kerupuk yang dipanggang akan terasa lebih gurih. Rasa gurih dan renyah, dengan aroma yang khas. Kerupuk ini dipanggang di atas bara api, hingga mekar dan melebar. Jika sudah seperti ini, kerupuk telah matang dan siap di santap.*** (IG/sumber: pesona.travel)