Dieng Culture Festival Tetap Digelar, Konsepnya Yang Berbeda

oleh -
Kawasan Candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. (Foto:IG-@bareroadtrip)

JALAJAHNUSAE.com – Festival yang selalu mendapat antusias pengunjung, Dieng Culture Festival (DCF) tahun ini  akan digelar secara virtual dan gratis pada Rabu-Kamis (16-17 September 2020).

Sebelumnya, DCF akan dilangsungkan pada Jumat-Minggu (7 – 9 Agustus 2020). Namun, acara harus ditunda lantaran pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Tahun ini, pengunjung hanya dibatasi tidak lebih dari 50 orang dengan konsep undangan VIP. Selebihnya, masyarakat bisa menyaksikan  melalui tayangan YouTube, Facebook, Instagram, dan Mice.id.

“Konsepnya iya hanya undangan VIP 50 orang, stakeholder terkait DCF. Kegiatannya disiarin live,” kata Ketua DCF Alif Fauzi, Minggu (13/9/2020).

Selama DCF Virtual, serangkaian acara yang akan ditampilkan adalah Ritual Cukur Rambut Gembel, Pentas Seni Tradisional, Webinar, Aksi Dieng Bersih, dan Jazz Atas Awan.

Untuk Ritual Cukur Rambut Gembel, Alif mengatakan bahwa pihaknya hanya akan mengundang tiga anak agar memudahkan penerapan jaga jarak. Sebelumnya, pihaknya biasa mengundang 10-11 anak.

“Tiga anak, di rumah pemangku adat. Kami buat panggung, disiarin,” kata Alif.

Sementara itu untuk Pentas Seni Tradisional, para penonton akan disajikan enam penampilan kesenian, seperti tarian masyarakat dan pentas musik.

Alif melanjutkan, para penari dan pemain musik akan tampil di depan green screen selama acara disiarkan.

“Webinar pertama menyampaikan kilas balik DCF dari awal hanya budaya masyarakat sampai jadi salah satu daya tarik budaya untuk pariwisata dan pembelajaran,” ujar Alif.

Pertunjukan Jazz Atas Awan

Jazz Atas Awan dapat dikatakan sebagai salah satu rangkaian acara yang paling dinantikan pengunjung. Tahun ini, acara tersebut bisa ditonton secara live.

Meski demikian, Alif mengungkapkan bahwa saat ini konsep untuk acara tersebut masih dibicarakan lebih lanjut.

“Konsep ada dua. Apakah pinjam panggung pemangku adat supaya ambil eksotisnya Dieng. Kedua pakai green screen. Ini masih ada pertimbangan,” kata Alif.

Penggunaan green screen tersebut dilakukan agar saat para bintang tamu tampil, mereka terlihat seperti sedang berada di DCF secara langsung.

Terkait bintang tamu yang akan hadir di Jazz Atas Awan, untuk sementara ini hanya musisi lokal saja yang akan tampil.

“Artis lain sedang kontakan. Mungkin mereka mau tampil dari rumah, tapi kami enggak janji karena enggak mewajibkan mereka datang,” pungkas Alif.

Jika tertarik untuk menonton DCF Virtual 2020, berikut rincian acara yang akan ditampilkan. Perlu dicatat bahwa waktu bisa berubah.

Hari pertama, Rabu (16/9/2020)

  • 09:00-11:00 WIB: Aksi Dieng Bersih dan pembukaan DCF, Webinar Kilas Balik DCF, dan Minum Purwaceng
  • 11:00-12:00 WIB: Pembukaan
  • 12:00-13:00 WIB: ISHOMA
  • 13:00-17:00 WIB: Pagelaran Seni Tradisional, Seminar Live, dan Webinar
  • 17:00-18:00 WIB: Pagelaran Seni Tari
  • 18:00-19:30 WIB: Tahlil dan Doa Bersama
  • 19:30-21:30 WIB: Jazz Atas Awan

Hari kedua, Kamis (17/9/2020)

  • 08:00-09:00 WIB: Persiapan Ritual
  • 09:00-10:00 WIB: Jamasan Anak Gimbal Didampingi Penampilan Seni Janen
  • 10:00-11:00 WIB: Pencukuran Rambut Anak Gimbal Didampingi Kesenian Kidungan dan Ngalab Berkah
  • 11:00-12:00 WIB: Pelarungan Rambut Gimbal (*/adh)

Sumber: Kompas