Kepastian “Pesta Teknologi” MWC 2020 Diputuskan Besok

oleh -
Para petugas sedang membersihkan gedung tempat berlangsungnya "pesta teknologi" tahunan Mobile World Congress (MWC) 2020 yang akan berlangsung 24-27 Februari mendatang di Kota Barcelona, Spanyol. Foto:IG-@elpaiscat

JALAJAHNUSAE.com – Bagi Anda yang tertarik untuk mengetahui teknologi terbaru di dunia smartphone (gadget) tampaknya masih harus menunggu kepastian. Pasalnya, acara tahunan teknologi Mobile World Congress (MWC) 2020 yang akan berlangsung 24-27 Februari mendatang di Barcelona, Spanyol, terancam batal.

Penyebabnya, apalagi kalau bukan merebaknya wabah virus corona, yang saat ini sudah menjangkiti beberapa negara.

The Global System for Mobile Communications Association (GSMA), sebagai penyelenggara MWC 2020, akan mengadakan pertemuan untuk membahas nasib keberlangsungan acarai. Pertemuan akan digelar Jumat (14/2/2020) di kota Barcelona.

Sebelumnya, asosiasi teknologi tersebut sampai saat ini menyatakan tetap akan menggelar MWC 2020 di tengah penyebaran virus corona.

Mengantisipasi virus corona, GSMA berencana untuk memberikan produk sanitasi tambahan kepada peserta MWC 2020.

Asosiasi juga akan melakukan langkah pencegahan dengan proses karantina dan penggunaan kamera termal untuk mendeteksi suhu serta melarang kehadiran peserta asal provisi Hubei, China.

Namun, perkembangan terakhir membuat GSMA harus mengevaluasi acara dan keputusan jadi atau tidaknya gelaran MWC 2020 akan diambil saat pertemuan 14 Februari tersebut.

Sejumlah perusahaan teknologi, seperti Amazon, LG, Ericsson, Nvidia, Vivo, Intel, Sony, Gigaset, Umidigi, dan Amdocs telah mengumumkan pembatalan keikutsertaan di MWC 2020.

Beberapa hotel di Barcelona juga dilaporkan telah mendapat pembatalan pada sejumlah pesanan hotel oleh para peserta MWC 2020.

Meski demikian, Oppo, Xiaomi, TCL, dan Samsung telah mengumumkan tetap menghadiri pesta teknologi tersebut dengan sejumlah catatan.

Seperti, TCL menyebut telah membatalkan sesi keynote tapi tetap menggelar both eksibisi. Sedangkan Samsung disebut akan mengurangi aktivitas mereka di pameran.

Dengan mundurnya nama-nama besar di dunia teknologi, hall utama MWC 2020 diprediksi  akan sepi. Area ini biasanya dipenuhi dengan stan berukuran besar dan paling banyak dikunjungi.

Ajang MWC setiap tahunnya dihadiri tak kurang dari 100.000 pengunjung dan ribuan perusahaan. Menurut GSMA, ada sekitar 6.000 orang peserta yang berangkat dari China.

Menanggapi fenomena ini, profesor kesehatan global dan penyakit menular, Oriol Mitja mengatakan bahwa segelintir pengidap virus corona dapat menimbulkan risiko penyebaran virus secara global.

“Hanya dibutuhkan tiga orang pengidap virus corona, untuk menciptakan wabah dengan dampak yang besar,” tutur Oriol sebagaimana dikutip dari  MobileSyrup, Rabu (12/2/2020).

(adh/kom)