Ini Dia Molo dan Muro, Maskot Festival Asia Afrika 2020

oleh -
Maskot Asia Africa Festival 2020
Penampilan Molo dan Muro, Maskot AAF 2020. (Foto Humas Kota Bandung)

JALAJAHNUSAE.com – Kota Bandung akan segera diramaikan agenda tahunan dalam memperingati Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955, yakni gelaran Festival Asia Afrika atau Asia Africa Festival (AAF) 2020. Rangkaiannya diawali dengan peluncuran lagu tema, logo, dan maskot oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Berlangsung di Paris van Java Mall, Jalan Sukajadi, Sabtu (7/3/2020).

Gelaran AAF 2020, memilih maskot dengan sebutan Molo dan Muro. Molo adalah, owa Jawa sebagai endemik Jawa Barat yang mewakili Asia. Sedangkan Muro merupakan hewan lemur khas Madagascar yang mewakili Afrika.

Selain meluncurkan karakter maskot, ditampilkan pula lagu tema AAF 2020 yang dibawakan Manshur Angklung dengan menyajikan musik perpaduan digital dengan tradisi khas Sunda. Dilanjut penampilan Seven Percusion yang mengiringi penampakan logo resmi AAF 2020.

Menurut Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana seperti dilansir laman Humas Pemkot Bandung, serangkaian peringatan KAA ke-65 pada 2020 ini sudah dipersiapkan secara matang dalam satu tahun terakhir. Terlebih AAF masuk dalam agenda unggulan pemerintah pusat Calendar of Event (CoE) Kemenparekraf 2020, dan juga berskala internasional.

“Persiapan ini sudah dipersiapkan sudah sejak setahun lalu setelah selesainya AAF 2019 langsung mulai dilakukan untuk persiapan 2020. Teman-teman Disbudpar juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” tutur Yana usai peluncuran maskot dan logo AAF 2020.

Yana pun mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Bandung, untuk ikut serta memeriahkan Asia Africa Festival (AAF) 2020. Karena perhelatan tahun ini akan menghadirkan banyak acara. “Silakan masyarakat Kota Bandung mari kita ramaikan acara nanti,” ajaknya.

Selanjutnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dewi Kaniasari mengatakan, gelaran AAF 2020 mengusung konsep berbeda. Kali ini konten acara lebih banyak berisi nuansa kekayaan budaya nusantara.

“Tahun ini tetap pawai ada, tapi kontennya lebih banyak lagi mengajak peserta dari Indonesia, karena pasarnya kita lebih ke domestik,” ungkap Kenny, sapaan akrab Kadisbudpar.

Ia mengakui, konsep penguatan nuansa domestik juga menjadi sejalan untuk mengantisipasi fenomena penyebaran Covid-19 atau virus corona. Karena dikhawatirkan perwakilan dari negara partisipan sulit keluar dari negaranya untuk ikut memeriahkan AAF 2020.

Lebih lanjut Kenny menyampaikan, peringatan puncak AAF 2020 akan digelar pada 18 April mendatang. Namun kegiatan acara peringatan KAA ke-65 ini sudah dimulai pada pekan depan.

“Pra event mulai minggu depan sampai 11 April, kemudian 19 April-nya ada Bandung Creative Week. Nanti ada berbagai macam produk ekonomi kreatif terutama dari komunitas kreatif Kota Bandung dan beberapa daerah di sekitar Bandung Raya,” ucapnya.***(IG)