Jogja Heboh 2020 “More Than Just a Great Sale” Resmi Dibuka

oleh -
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X memukul kentongan penanda dibukanya Jogja Heboh 2020. (Foto Dispar DIY)

JALAJAHNUSAE.com – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X membuka secara resmi event tahunan “Jogja Heboh 2020”, pada Minggu (2/2/20) lalu. Bertempat di Tebing Breksi, Desa Sambirejo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Event Jogja Heboh merupakan salah satu kegiatan dalam rangka memperluas pasar potensial pariwisata dan upaya menumbuhkan sektor perdagangan, perekonomian, industri kreatif, serta mengenalkan DIY sebagai destinasi pariwisata unggulan di Indonesia. Event ini akan berlangsung selama dua bulan, mulai dari tanggal 2 Februari hingga 29 Maret 2020.

Sri Sultan  dalam sambutannya berharap agar peristiwa seperti ini semakin banyak diversifikasinya, karena Yogyakarta International Airport (YIA) akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada April mendatang.

“Jadi kita sudah tidak bisa mundur lagi dalam upaya untuk menumbuhkan ekonomi yang lebih tinggi, khususnya di bidang budaya dan pariwisata,” ucapnya, dikutip dari laman resmi Pemprov DIY.

Ia juga mengaku telah menyiapkan tanah seluas 1500 m2 untuk didirikan pusat UMKM dari DIY. Hal ini diharapkan agar pembangunan tol dan YIA dapat membantu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Yogyakarta.

“Kami sudah punya kesepakatan dalam negosiasi bahwa tol itu ikut membangun pertumbuhan ekonomi Jogja, bukan mematikan UMKM,” ungkapnya.

Jogja Heboh 2020 diselenggarakan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) DPD DIY, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY. Tujuannya, sebagai langkah promosi dan berbagi informasi mengenai event Jogja Heboh 2020, yang meliputi atraksi, transaksi, edukasi, dan sosial budaya.

Tahun ini, Jogja Heboh hadir dengan tagline “More Than Just a Great Sale”. Di dalamnya telah disiapkan sejumlah agenda khusus untuk empat kabupaten dan satu kota, yaitu Kulon Progo Gumregah Gayeng Regeng (2-9 Februari), Bantul Juoss!! (10-23 Februari), Sleman Gumayak (6-8 Maret), Jogja Millenial Fest (11-15 Februari), dan Gunungkidul Beautiful (7-22 Maret).

Selain itu juga telah dirilis aplikasi bernama JogjaKita. Aplikasi ini dibuat agar masyarakat diberikan kemudahan bertransaksi nontunai menggunakan satu aplikasi. Dengan tagline “JogjaKita Cashless”, diharapkan para wisatawan Jogja, kini sudah tidak perlu lagi membawa uang cash untuk melakukan transaksi jual beli, melainkan cukup dengan menggunakan aplikasi JogjaKita.

Pembukaan Jogja Heboh ditandai dengan membunyikan kentongan oleh Sri Sultan Hamengkubowono X. Kemudian dimeriahkan penampilan salah satu penari tenar, Praginagong dan juga penari lainnya dari empat kabupaten yang ada di DIY. Digelar pula berbagai kegiatan termasuk pameran kuliner dari sekitar 40 UMKM menyajikan berbagai makanan jadul.***(IG)