Dongkrak Pariwisata, Bojonegoro Launching Kalender Event 2020

oleh -
Acara Launching Kalender Event 2020 Bojonegoro. (Foto Disbudpar Bojonegoro)

JALAJAHNUSAE.com – Dalam rangka mendongkrak pengembangan pariwisata, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur meluncurkan (launching) Kalender Event 2020. Peluncuran tersebut dilakukan langsung Bupati Bojonegoro Anna Muawannah.

Acara peluncuran berlangsung di Taman Lokomotif Jalan Teuku Umar, Jumat (31/1/2020) lalu. Acara ini bertujuan menyampaikan informasi event pariwisata Bojonegoro yang dilaksanakan sepanjang tahun 2020.

Menurut Bupati Anna saat pembukaan acara, pariwisata adalah salah satu sektor yang memberikan multiplier effect. Karena dengan adanya pariwisata maka sektor usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM) akan bergerak.

“Demikian juga perhotelan dan penginapan akan bergeliat. Pariwisata menjadi permulaan untuk sektor-sektor lain untuk bergerak,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemkab Bojonegoro.

Dengan diluncurkannya kalender event 2020 itu, diharapkan bisa menjadi pemicu sektor-sektor swasta untuk melihat apa yang harus dilakukan agar bisa bersinergi terhadap kalender wisata tahun 2020.

Pemkab Bojonegoro dalam upaya mengembangkan program destinasi wisata telah berhasil menggerakkan destinasi wisata baru. Pada tahun 2018 ada 50 destinasi wisata, dan untuk tahun 2019 berkembang menjadi 76 destinasi wisata.

Kalender Event 2020 Bojonegoro. (dok. Disbudpar Bojonegoro)

Pada gelaran event sepanjang tahun 2020, ada beberapa event yang mempunyai sisi kualitas maupun kuantitasnya akan terus ditingkatkan.

“Maka dari itu ayo, dari jumlah 38 event pariwisata yang dilaunching kita sukseskan dan dapat membuat Bojonegoro bisa menjadi andalan wisata yang ada di Jawa timur maupun di Indonesia,” ajak Anna.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Bojonegoro Amir Syahid yang menuturkan, kegiatan launching ini bertujuan memberi informasi awal kepada masyarakat, pelaku usaha, baik itu pelaku usaha kuliner, ekonomi kreatif, ataupun yang bergerak di bidang pariwisata.

“Kegiatan ini juga salah satu bentuk wadah kepada generasi muda, para milenial untuk berkreativitas membangun Bojonegoro sejak awal,” jelas Amir.

Sebelumnya, pada tahun 2018 kunjungan wisata di Kabupaten Bojonegoro sebanyak 970.426 pengunjung meningkat menjadi 1.354.570 pengunjung.

“Dan ini diikuti pula dengan peningkatan okupansi di tahun 2018 sebanyak 98.712 okupansi. Tahun 2019 meningkat 123.500 okupansi,” imbuhnya.***(IG)