Event WJAOR 2020 Menunggu Situasi Covid-19 Mereda

oleh -
HUT ke-22 Paguyuban Jeep Bandung (PJB) yang berlangsung di Taman Merparti Sari Ater,Subang berlangsung sukses dengan diikuti ratusan kendaraan jeep penggerak roda 4. (Foto:Ist)

JALAJAHNUSAE.com, Bandung – Sejak berdiri 22 tahun lalu, Paguyuban Jeep Bandung (PJB) selalu konsisten menyelenggarakan event tahunan West Java Adventure Offroad (WJAO). Terakhir ajang yang juga dimanfaatkan untuk menjalin silaturahmi antar sesama penyuka hobi offroder itu dilaksanakan di Bumi Perkemahan, Jatinangor, Kabupaten Sumedang dalam WJAO XX 2019.

Lalu, bagaimana dengan pelaksanaan WJAOR 2020?

“Hasil rapat dua bulan yang lalu dengan para pengurus memutuskan pelaksanaan WJAOR 2020, menunggu situasi betul-betul memungkinkan, mengingat sekarang masih dalam fase Covid-19. Kalau pun bisa dilaksanakan, biasanya di bulan November,” kata Ketua PJB Adjat Sudradjat kepada Jalajahnusae.com, Rabu (02/09/2020).

Sampai saat ini penghobi offroad menunggu kepastian terkait pelaksanaan WJAOR 2020. Biasanya, mendekati bulan pelaksanaan event bergengsi ini memang sudah ramai diperbincangkan.

Namun tahun ini belum ada kejelasan tentang ditunda atau dibatalkannya event unggulan PJB yang sangat dinanti para penggila adventure off-road 4×4 dari seluruh penjuru tanah air tersebut.

Apalagi WJAOR sudah berjalan selama 20 kali tanpa terputus, namun karena pandemi Covid-19 belum mereda, serta proses perizinan yang kini terasa relatif lebih sulit, maka kemungkinan event ditunda atau bahkan dibatalkan.

Tahun lalu, misalnya  sebanyak 33 tim atau sekitar 100 mobil terlibat dalam acara tersebut dan peserta paling jauh dari wilayah Pagar Alam Sumatera Selatan.

Tidak hanya mengikuti lomba ekstrem, dalam kegiatan ini juga diselenggarakan bakti sosial,penanaman pohon untuk penghijauan dan pemberian santunan terhadap anak yatim.

Pekan lalu, tepatnya dari tanggal 29-30 Agustus 2020, PJB menggelar acara HUT ke-22 di Taman Merpati, Sari Ater Hotel & Resort di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Ada ratusan kendaraan mobil jeep berpenggerak 4 roda (4×4) berkumpul untuk saling bersilahturahmi. Mereka juga menggelar beberapa event.

PJB sendiri dideklarasikan pada tanggal 31 Juli 1998 di Pantai Ranca Buaya, Garut Selatan dengan nama Paguyuban Jeep Bandung. Jumlah awal anggota 40 orang dan saat ini sudah berkembang menjadi 650 anggota, yang terdiri dari berbagai kalangan, baik mekanik, profesional, akademisi, praktisi, pengusaha dan birokrat.

Berbagai kegiatan pun pernah dilaksanakan selama berdirinya organisasi ini (22 tahun), khususnya dalam bidang offroad, seperti  West Java Adventure Off Road yang telah dilaksanakan  selama 20 kali / 20 tahun tanpa terputus maupun berbagai kegiatan sosial lainnya.

Peserta acara HUT ke-22 PJB disuntik vaksin vaksin influensa bekerja sama dengan Bio Farma. (Foto:Ist)

Kali ini tema kegiatan yang diambil adalah  “Tina Peurih Jadi Peurah” yang bermakna kesusahan yang kita alami pada masa pandemi ini harus menjadi pelajaran yang sangat berharga.  Dan kepedihan yang kira rasakan,seharusnya bisa menjadi cambuk untuk kita, agar bisa menjadi orang yang maju, berhasil dan sukses dengan kerja keras dan selalu optimis menatap masa depan.

“Alhamdulillah acara HUT ke-22 berlangsung lancer. Kami Pengurus Paguyuban Jeep Bandung mengucapkan terima kasih kepada seluruh Anggota Paguyuban Jeep Bandung, Sponsor dan Club-Club Automotif,” tutup Adjat. (adh)