Kebun Binatang Bandung Mulai Diserbu Pengunjung, Ingat Prokes Ya

by -
Bazoga Bandung
Suasana di Kebun Binatang Bandung (Bazoga) Senin 7 Juni 2021. Sejak dibuka pada 2 Juni lalu, taman wisata satwa ini langsung diserbu pengunjung. Foto: dok Bazoga

BANDUNG, Jalajahnusae.com – Kebun Binatang Bandung (Bazoga) di Jl. Kebun Binatang No.6, Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, langsung diserbu pengunjung sejak dibuka lagi pada Rabu 2 Juni 2021 lalu.

Pada Sabtu dan Minggu kemarin, jumlah pengunjung meningkat hingga 3500 orang. Kebanyakan mereka berasal dari kota-kota terdekat.

“Para pengunjung ini banyak yang berasal dari Bandung raya seperti Cimahi, Kabupaten Bandung dan Bandung Barat serta Kota Bandung sendiri,” jelas Marketing Communication Bazoga, Sulhan Syafii, saat dihubungi Jalajahnusae.com,  Senin 7 Juni 2021.

Ia tak menampik, jika tidak dibatasi banyak, pengunjung yang ingin berwisata di satu-satunya kebun binatang yang ada ditengah Kota Bandung ini.

“Kami tetap mengacu pada edaran peraturan walikota Bandung, bahwa masih harus diterapkan pembatasan kapasitas pengunjung hingga 50 persen,” kata Sulhan.

Bazoga sendiri memiliki kapasitas pengunjung maksimal 12 ribu orang. Sebelum pandemi rata-rata kunjungan bisa mencapai di atas 1000 orang per hari.

Tidak hanya dari Bandung Raya, tak sedikit  beberapa wisatawan berasal dari luar kota seperti dari DKI Jakarta dan daerah lainnya berwisata di Bazoga.

Ditegaskan Sulhan, pengelola tetap menegakkan protokol kesehatan dengan tegas kepada setiap pegunjung yang datang.

“Pengawasan pengunjung disini cukup ketat. Bahkan satuan tugas Covid-19 yang terdiri dari Satpol PP terus memantau pergerakan pengunjung. Ada sekitar 18 Satpol PP yang diterjunkan.

Mereka erus hilir-mudik mengawasi para pengunjung mulai dari pintu masuk hingga ke dalam area kebun binatang.

Foto: dok Bazoga

Sementara di pintu masuk juga terdapat petugas Satpol PP bekerjasama dengan security Kebun Binatang Bandung mengatur protokol kesehatan yang harus terus ditegakkan.

“Mereka setiap saat mengingatkan para pengunjung untuk mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir di sarana yang telah disediakan atau menggunakan hand sanitizer serta menggunakan masker dan antri berjarak,” paparnya.

“Petugas dari kebun binatang Bandung sendiri juga nampak terus mengingatkan pengunjung bila tidak menggunakan masker,” tambahnya.

Ditegaskan Sulhan, seluruh karyawan wajib menegakkan protokol kesehatan.

“Ini kami lakukan agar kebun binatang Bandung tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19,” tandasnya.

Dampak lain dari tingginya pengunjung ini, menurut Sulhan, membludaknya parkir di pintu utama. Akibatnya sejumlah kendaraan harus diparkir di trotoar Jalan Tamansari.

Foto: dok Bazoga

“Memang sarana parkir kami tidak bisa menampung bila pengunjung yang datang secara bergelombang dan menghabiskan waktunya sampai ke titik tutupnya kebun binatang yaitu jam 5 sore”, ujar Sulhan.

“Saat ini pengunjung mulai nampak rapi mengatur jam kedatangannya. mereka sudah paham bahwa kebun binatang Bandung mulai menerima pengunjung pada jam 10.00 WIB,” tambahnya.

Dengan demikian tidak terjadi penumpukan pengunjung di area parkir seperti sebelumnya pada saat libur lebaran.

“Dulu pengunjung belum paham bahwa objek wisata di buka pada pukul 10.00. mereka sudah datang sebelumnya. Akibatnya terjadi penumpukan pengunjung di area parkir pintu masuk”, lanjutnya.

Saat ini kebun binatang Bandung sudah mengaktifkan seluruh karyawannya untuk masuk pada Sabtu dan Minggu dan juga membuka kuda tunggang, gajah dan unta tunggang.

“Juga ada feeding jerapah, binturung serta burung-burung. Para pengunjung diperbolehkan menggelar tikar di area kebun binatang namun harus membawa sendiri dari rumah dan tidak boleh dari 5 orang untuk menghindari kerumunan,” ujat Sulhan.

Humas DPD Perhimpunan Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Jawa Barat ini menghimbau agar wisatawan yang ingin berkunjung harus memperhatikan anjuran petugas jika ingin memasuki kawasan Bazoga.

“Seperti tidak boleh lupa memakai masker, membawa hand sanitizer, dan tetap jaga jarak. Ini untuk menghindari sekaligus mencegah penularan Covid-19,” tutupnya. (adh)