Serunya Camping dan Trekking di Ranca Cangkuang Gambung

by -
Berkemah di Ranca Cangkuang Gambung -Foto oleh Pikidelik

Jalajahnusae.com – Kegiatan camping sering jadi pilihan orang-orang untuk melepas penat di akhir minggu. Berangkat bersama keluarga atau teman tongkrongan tentunya sangat mengasyikan. Di Bandung terdapat spot camping yang berada di tengah perkebunan teh, namanya bumi perkemahan Ranca Cangkuang Gambung. Selain camping, kamu bisa sekaligus trekking menyusuri bukit perkebunan teh.

Java, reporter Jalajahnusae.com telah mengunjungi langsung bumi perkemahan bersama rekan-rekan sepermainannya. Simak yuk catatan perjalanan dan tips yang harus diperhatikan untuk berkemah dan trekking di Ranca Cangkuang Gambung berikut ini.

Rute ke Ranca Cangkuang Gambung dari Bandung

Jalur menuju Bumi Perkemahan Ranca Cangkuang ini hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 60 menit dari pintu keluar Tol Soreang – Pasirkoja (Soroja).

Dari pintu keluar tol soroja, arahkan kendaraanmu ke kanan melewati pusat pemerintahan Kabupaten Bandung – Rumah Sakit Soreang – Pasar Soreang – Desa Sadu – lalu terus lurus mengikuti jalan raya hingga sampai ke SPBU Pasirjambu. Setelah melewati SPBU Pasirjambu ambil arah kiri di pertigaan menuju Daerah Gambung.

Setelah sampai di Daerah Gambung, teruslah mengikuti jalan melewati desa Cibodas-Papakmanggu-Mekarsari untuk menuju ke tempat Bumi Perkemahan Ranca Cangkuang.

Pintu masuk Ranca cangkuang gambung
Pintu masuk Ranca cangkuang – Foto: Java Anggara/Jalajahnusae.com

Lokasi tepat Ranca Cangkuang berada di sebelah kanan setelah melewati tempat wisata Palalangon Park dan Barusen Hiils.

Untuk menuju ke camping ground, kamu akan melewati perkampungan lalu masuk ke jalan area perkebunan teh, tepatnya di sebelah wisma Aloysius.

Kondisi jalur perkebunan teh berupa bebatuan dan tanah. Kamu akan melewati PLTA hingga akhirnya masuk ke gerbang perkemahan Ranca Cangkuang Gambung.

Suasana Malam Pertama di Ranca Cangkuang

Kami sampai di lokasi camping saat matahari mulai terbenam. Hal pertama yang terbesit yakni mendirikan tenda dan menata serta memasang peralatan memasak.

Sebagian dari kami menyiapkan perapian untuk menghangatkan tubuh kami ketika malam datang. Mengingat, Ranca Cangkuang Gambung merupakan lembahan yang diapit oleh perbukitan. Jadi, angin akan terasa lumayan kencang.

Ketika malam datang, kami bercengkerama dengan isi candaan hangat dan iringan musik sesuai selera masing-masing. Gawai untuk daftar putar lagu digilir ke setiap peserta. Gelak tawa berhamburan, pecah di kesunyian malam yang dingin.

Malam semakin larut, kami pun bersiap untuk santapan yang sedari tadi dimasak. Menu camping yang kami masak tampaknya cukup mewah, ada daging, sosis, hingga puding coklat.

Trekking ke Puncak Bukit Perkebunan Teh

Perjalanan Trekking ke Puncak Gambung
Perjalanan Trekking ke Puncak Gambung – Foto: Java Anggara/Jalajahnusae.com

Pagi hari saat matahari mulai muncul, kami bangun dan bersiap untuk membuat hidangan sarapan. Beberapa dari kami memilih untuk bermain air di sungai yang cukup jernih, meski udara dingin tak terelakkan.

Setelah memutuskan untuk sekedar ikut nongkrong di pinggir sungai, kami berempat memutuskan untuk jalan-jalan menyusuri area perkebunan.

Kaki kami melangkah menyusuri tepian sungai hingga akhirnya masuk ke jalur perkebunan. Pemandangan hijau serta bentangan bukit yang diselimuti teh memanjakan mata.

Jalur trekkingnya terkesan mudah dan nyaman. Hanya saja, karena musim hujan, membuat jalurnya agak sedikit becek dan licin. Sangat disarankan untuk memakai sepatu khusus.

Kami berempat menunjuk satu titik sebagai tujuan akhir trekking, yaitu puncak bukit tertinggi di kawasan bumi perkemahan Ranca Cangkuang. Di puncak tersebut terdapat satu pohon yang menjulang, seakan memantau seluruh area perkemahan dan kebun teh.

Di tengah-tengah perjalanan, kami menyempatkan untuk berfoto ria, untuk aktualisasi. Setelahnya kami melanjutkan perjalanan di puncak bukit. Sesampainya di puncak kami menikmati pemandangan alam sambil rehat sebelum turun dan kembali ke tenda.

Pemandangan dari puncak bukit – Foto: Java Anggara/Jalajahnusae.com

Puncak bukit tertinggi sepertinya bukan jadi akhir dari perjalanan trekking kami. Karena mendadak kami merubah rute akhir yakni warung!

Kami melepas lelah setelah trekking di warung. Menikmati hidangan gorengan hangat. Tak lupa, teh panas agar lebih nikmat.

Setelah kembali ke tenda, kami disambut oleh teman-teman yang tak ikut trekking. Beruntungnya kami karena mereka tengah mengolah masakan untuk santap siang sebelum bersiap untuk pulang. Berbagai olahan makanan seperti tomyam, sayur sop, tahu, sosis dan nasi hangat jadi menu makan siang.

Setelah makan siang, langit terlihat mendung dan kami pun bergegas untuk membereskan peralatan dan bersiap melakukan perjalanan pulang.

Fasilitas dan Harga Tiket Bumi Perkemahan Ranca Cangkuang

Camping di bumi perkemahan Ranca Cangkuang Gambung bisa jadi pilihan liburan kamu. Apalagi, untuk kamu yang berdomisili di Bandung, tak perlu ambil cuti!

Harga tiket masuk per orang yakni Rp12 ribu dan Rp20 ribu untuk kendaraan (mobil).

Bumi perkemahan Ranca Cangkuang Gambung ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Mulai dari toilet dan warung milik warga sekitar.

Terdapat juga sungai yang bisa digunakan untuk mandi atau sekadar bermain air.

Ayo tunggu apalagi, kamu harus coba camping di sini!

Semoga ulasan dari Java di atas bermanfaat ya. Jangan lupa, baca artikel menarik lainnya di Jalajahnusae.com. (JV/TSS)