7 Desa Wisata di Sleman, Surganya Buah Salak!

by -
Desa wisata Pentingsari yang berada di lereng Merapi,tepatnya 11 km di sisi selatan Gunung Merapi menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan. (Foto:IG)

JALAJAHNUSAE.com – Desa wisata menjadi alternatif pengelolaan destinasi berbasis lingkungan hidup. Yakni ruang hidup warga yang tinggal di desa tersebut. Banyak yang bisa dilakukan jika berwisata ke desa wisata. Salah satunya di Sleman, Yogyakarta. Terdapat beberapa desa wisata yang wajib kamu kunjungi jika sedang trip ke Jogja!

Kamu bisa mengunjungi deaftar desa wisata di bawah ini. Berikut daftar desa wisata yang ada di Sleman.

Desa Wisata Pentingsari

Desa wisata yang berada di wilayah administrasi Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan ini, memiliki cukup banyak objek yang bisa kamu kunjungi. Seperti pancuran suci sendangsari, luweng, rumah joglo, batu dakon, dan lainnya. Jika kamu ke sini, akan disuguhkan udara sejuk dan pemandangan alam yang indah. Pasalnya, desa ini berada di lereng Merapi.

Pelopor desa wisata di Yogyakarta ini secara geografis berada di Desa Pentingsari berada di Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Desa Pentingsari diresmikan menjadi desa wisata pada tahun 2008 dengan menawarkan wisata alam dan wisata budaya sebagai daya tarik utamanya.

Desa Pentingsari sangat cocok dijadikan pilihan untuk kamu yang ingin kabur dari kesibukan sehari-hari. Suguhan asri dan lestari akan membuat tubuh dan pikiran kamu rileks dan segar.

Desa Wisata Pancoh

Desa wisata di Girikerto, Kecamatan Turi ini sudah cukup terkenal di kalangan wisatawan.Yang mebuatnya kerap dikunjungi banyak wisatawan karena pemandangannya yang indah. Selain itu, desa ini memiliki daya tarik antara lain embung, kebun buah salak, kolam ikan, persawahan dan kebun bunga.

Memiliki slogan Pancoh Bicara (Bicara, Indah, Cerdas, Aman, Ramah, Rapi), di desa ini wisatawan bisa bermain air sepuasnya. Namun udara di desa ini cukup dingin, yakni sekitar 20 derajat celcius. Hal tersebut karena jaraknya cukup dekat dengan puncak gunung merapi.

Desa Wisata Pulesari

Desa wisata Pulesari, yang terletak di Desa Wonokerto, Kecamatan Turi ini menawarkan kegiatan outbound, kuliner lezat serta pemandangan indah lereng gunung. Desa wisata Pulesari ini diresmikan tahun 2012.

Desa wisata ini digagas oleh warga yang membudidayakan buah salak. Hal tersebut karena desa ini memiliki potensi agrowisata salak yang baik.

Warga desa membuat olahan buah salak ke dalam berbagai jenis makanan. Olahan yang dibuat yakni dodol salak, wingko, bakpia, enting-enting, nastar, kerupuk, mandumongso, bakwan, nogosari, dan kolak salak.

Desa Wisata Grogol

Desa wisata ini berada di Desa Margodadi, Kecamatan Seyegan. Lokasi ini tidak jauh dari pusat kotaAkses jalannya cukup mudah, jika kamu bergerak dari pusat kota, bisa langsung maju ke arah Jalan Godean.

Desa Wisata ini menawarkan berbagai produk budaya seperti kuliner khas dan kesenian tradisional.

Di sini, wisatawan bisa belajar menabuh gamelan dan membuat wayang kulit dengan teknik tatah sungging.

Selain itu, kita bisa mencicipi hidangan kuliner tradisional yang jarang ditemukan. Yakni ada tumpeng sego gurih, ndog gluduk, sego gudeg, caranggesing, dan masih banyak lagi. Satu yang paling khas adalah sego gudhangan. Hidangan ini berupa nasi dengan berbagai sayuran seperti bayam, kacang panjang, daun kenikir, kangkung, kecambah, dan wortel dipadu dengan campuran parutan kelapa dan sambal yang dikukus.

Desa Wisata Blue Lagoon

Blue Lagoon terletak di Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak. Masuk dalam daftar desa wisata yang cukup populer di kalangan backpacker.

Di sini kamu bisa berenang di air yang sangat jernih. Sselain itu kamu juga bisa melihat langsung mata air di bawah kolamnya. Dari bawah air kamu bisa melihat gelembung udara, yang mana gelembung tersebut menadi tanda aliran air dari bawah tanah.

Terdapat juga pemandangan pohon bambu yang hijau menemani beningnya air pemandian. Kamu tak akan tahan untuk segera mandi di sana.

Desa Wisata Trumpon

Desa agrowisata ini terletak di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Trumpon, Desa Merdikorejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Agrowisata yang dimiliki Desa Trumpon yakni perkebunan salak pondoh yang tertata rapi dan indah.

Selama berada di Desa Trumpon, kamu akan disambut oleh perkebunan salak pondoh yang terhampar luas. Bagi wisatawan yang berkunjung, akan ditawarkan paket wisata ke perkebunan. Melihat bagaimana pengolahan dan budidaya salak pondoh.

Selain itu, kamu juga bisa menikmati tawaran kegiatan outbond, fishing area, dan homestay. Jadi,  wisatawan bisa bermalam di pedesaan dan membaur dengan kehidupan penduduk desa. Tak hanya itu, wisatawan juga bisa belajar langsung bagaimana membuat jamu tradisional yang memiliki banyak khasiat.

Desa Wisata Gabugan

Desa wisata Gabugan terletak di Dusun Gabugan, Desa Donokerto, kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta atau sekitar 17 km dari pusat Kota Yogyakarta menuju arah utara.

Desa Wisata Gabugan juga disebut DEWIGA. Desa wisata ini mengusung konsep pedesaan alami. Masyarakan sekitar masih menganut tradisi Jawa.

Selain nuansa tradisi jawa yang masih kental, daya tarik desa wisata ini adalah agrowisata yang berupa perkebunan salak.

Berbeda dengan desa wisata lainnya, jenis salak yang dibudidayakan yakni salak gading, yang memiliki daging buah berwarna kekuning-kuningan. Di sini, kamu bisa belajar memanen, menanam serta membudidayakan salak. Khususnya salak gading.

Konsep desa wisata sangat baik dan bisa dibilang paling berpengaruh terhadap pemulihan ekonomi warga. Karena, warga adalah tonggak pulihnya ekonomi negara. Jadi, pemerintah baiknya memusatkan perhatiannya untuk warga.

Desa wisata di Sleman rata-rata memiliki agrowisata yang fokus terhadap budidaya buah salak. Jika kamu menyempatkan untuk keliling desa wisata di atas, jangan lupa untuk membawa bekal buah salak yang banyak ya! Baca artikel menarik lainnya di Jalajahnusae.com.