Taman Sribaduga, Penyumbang Terbesar Wisatawan ke Purwakarta

oleh -
Pertunjukan Air Mancur di Taman Sribaduga beberapa waktu lalu. (Dok. JalajahNusae)

JALAJAHNUSAE.com – Sektor pariwisata menjadi andalan bagi kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan perekonomian, hal ini terbukti bagi masyarakat di Kabupaten Purwakarta. Salah satunya dengan kehadiran Taman Sribaduga (Situ Buleud).

Setelah mengalami revitalisasi dan pengembangan, kawasan Situ Buleud menjadi perhatian banyak wisatawan. Sejauh ini air mancur yang terletak di pusat kota ini menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisatawan ke Purwakarta.

Menurut Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, wisatawan yang berkunjung ke wilayahnya terus meningkat setiap tahunnya. Air Mancur Taman Sribaduga, saat ini jadi andalan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta.

“Kami rasakan, bagaimana perekonomian masyarakat menjadi lesu di kala tak ada pertunjukan Air Mancur di kawasan ini,” tutur Anne, dikutip dari situs jabarprov.go.id.

Anne memaparkan, kini jajarannya tengah merumuskan bagaimana agar ketersediaan air di Situ Buleud bisa tetap terjaga meski di musim kemarau. Supaya nantinya, pertunjukan air mancur bisa terus berlangsung setiap pekannya.

“Kalau air mancur beroperasi, perekonomian masyarakat turut berkembang. Misalnya, melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),” paparnya.

Salah satu upaya yang sudah tergambar, lanjut Anne, yaitu dengan cara mencari sumber air lain sebagai penyuplai ke Situ Buleud. Ke depan, sumber air yang digunakan untuk mengairi Situ Buleud, berasal dari tempat lain sehingga tidak mengandalkan saluran irigasi seperti sekarang.

“Bisa saja dengan pipanisasi. Yakni, dengan mengambil air langsung dari Waduk Jatiluhur. Tapi, upaya ini masih kami bahas,” lanjutnya.

Masih menurut Anne, dengan adanya sumber baru sebagai penyuplai air ke Situ Buleud, pertunjukan air mancur bisa terus beroperasi dalam kondisi cuaca apapun. Artinya, meski cuaca sedang kemarau, Situ Buleud tidak akan mengalami kekurangan air.

Ia juga mengatakan, di tahun 2020 ini, pihaknya menargetkan jumlah kunjungan wisatawan ke wilayahnya bisa mencapai 3 juta pengunjung. Angka target kunjungan wisatawan tersebut berkaca pada 2019 lalu, di mana jumlah wisatawan yang berkunjung ke wilayah ini bisa mencapai 2,8 juta pengunjung.

“Saya kira target kunjungan wisata sebanyak itu tidak muluk-muluk. Sudah kami hitung dan ini sangat rasional. Apalagi, di kita ada 62 destinasi wisata. Dengan banyaknya tepat wisata primadona, kami optimistis jumlah kunjungan wisatawan pun akan lebih meningkat lagi,” tutup Anne.***(IG)