Sensasi Wisata Susur Sungai Kumai Sepanjang 176 Kilometer

oleh -
Sungai Kumai, Kalimantan Tengah
Tampak dari udara aliran Sungai Kumai, Kalimantan Tengah. (Foto pesona.travel)

JALAJAHNUSAE.com – Bosan berwisata di suasana perkotaan? Berarti wajib mencoba sensasi wisata di alam terbuka dengan menyusuri aliran sungai.  Seperti wisata menyusuri Sungai Kumai, salah satu dari 11 sungai panjang yang ada di Kalimantan Tengah.

Sungai Kumai panjangnya mencapai 176 kilometer, mengalir dari mata air di Pegunungan Schwaner hingga menembus ke Laut Jawa. Airnya berwarna cokelat dengan kedalaman mulai dari 6 hingga 9 meter.

Di sungai ini terdapat pelabuhan yang berada di Kabupaten Kotawaringin Barat, yaitu Kumai Port dan Pangkalan Bun. Kedua pelabuhan ini digunakan untuk pengiriman ekspor minyak sawit yang memang merupakan salah satu hasil bumi utama di provinsi tersebut.

Pemerintah setempat pun kini gencar mengembangkan potensi Sungai Kumai. Selain untuk keperluan warga dan domestik lainnya, Sungai Kumai dijadikan tempat perhelatan Rally Yacht. Dengan lebar 250 meter, Sungai Kumai bisa dilewati kapal dengan draft 2 meter. Jarak yang bisa dilalui kapal atau yacht biasanya mencapai 100 km dari mulut teluk hingga ke hulu.

Selama menyusuri aliran sungai, wisatawan bisa melihat hutan rawa gambut yang lebat menemani di kiri dan kanan jalur. Hutan tersebut merupakan bagian dari Taman Tanjung Puting yang dikenal menjadi habitat sekitar 4.000 ekor orang utan. Di sana juga hidup bekantan, owa, dan beruang madu. Ditambah beberapa jenis reptil dan lebih dari 200 jenis burung.

Wisatawan bisa menggunakan speedboat untuk menyusuri Sungai Kumai melewati Sungai Sekonyer ke Camp Leakey. Perjalanan ini memakan waktu 1,5 jam, tapi dijamin wisatawan tidak akan jenuh karena pemandangan di sisi kiri dan kanan Sungai Kumai sangat asri karena pepohonan bakau dan nipah.

Keberadaan Sungai Kumai dan sungai-sungai lainnya di Kalimantan merupakan sarana transportasi andalan yang diyakini akan terus ada sampai kapanpun. Dengan transportasi sungai, pemerintah mampu mengurangi beban jalan darat agar tidak cepat rusak.

Sejumlah kapal pun  dibuat agar mampu mengangkut muatan berat seperti pasir, tanah merah, kerikil, semen, dan hasil bumi lainnya. Angkutan sungai juga diklaim tidak membutuhkan investasi besar, tapi dapat amat menguntungkan, termasuk untuk transportasi dan wisata menyusuri sungai yang sedang trend saat ini.***(IG/Sumber: Pesona Indonesia)