Tak Kuat Dengan Harga Avtur Wings Air Tutup Rute Penerbangan

oleh -
Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengumumkan bahwa pihakny akan menutup 7 rute penerbangan akibat tingginya harga avtur. Foto:IG-@yogiyudha28

JALAJAHNUSAE.com – Tingginya harga avtur (bahan bakar pesawat) maskapai Wings Air berencana menutup tujuh rute penerbangan mulai 3 Oktober 2019.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan penutupan rute itu berkaitan dengan harga avtur.

“Harga avtur untuk operasional di beberapa tempat kami nilai terlalu mahal. Cost kami jadi terlalu tinggi. Ini tidak sebanding dengan yang didapat,” ucap Danang, Jumat, (27/9/2019) sebagai dikutif Tempo.

Danang mengatakan harga avtur di sejumlah maskapai dipatok jauh di atas harga avtur yang dikenakan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta atau Soetta.

Di Soetta, ia mencatat harga avtur per liter Rp 7.970. Sedangkan di bandara lain seperti Bandara Internasional Sam Ratulangi Sulawesi Utara, harga per liter avtur menyentuh Rp 10.080.

Kemudian, harga avtur di bandara lain, seperti Bandar Udara Internasional Eltari, Kupang, Nusa Tenggara Timur harga bahan bakar pesawt dijual Rp 9.970 liter. Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, mematok harga avtur Rp 10.080 per liter.

Sedangkan harga avtur di Bandara Internasional Raja Haji Fisabillillah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau dijual per liter Rp 9.540.

Danang tak menjelaskan detail jumlah kerugian yang mesti ditanggung penumpang. Namun, ia memastikan harga avtur ini membuat maskapai menaikkan harga ongkos perjalanan.

Imbas kenaikan harga tiket Wings Air itu, sejumlah penumpang hengkang. Okupansi pun diklaim rendah.

“Karena daya beli masyarakat juga rendah,” tuturya.

Saat ini, ia mengatakan Wings Air akan berfokus untuk rute penerbangan Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

Tiga pulau itu dianggap menguntungkan. Harga avtur di ketiga pulau tersebut juga dinilai relatif lebih rendah.

Tujuh rute Wings Air yang ditiadakan adalah Batam – Tanjung Pinang, Palu – Morowali, Palu – Ampana, dan Kupang – Rote. Selain itu Manado – Kao, Manado – Naha, Manado – Melanguane.

(adh/tmp)