Kemenhub Siapkan Konsep “Smart City, Smart Mobility” di Ibu Kota Baru

oleh -
FGD Kemenhub dengan tema “Menggali Potensi Konektivitas Ibu Kota Baru” di Balikpapan, Kaltim, Kamis (19/9/19). (Foto Kemenhub)

Budi juga menambahkan, penggunaan ART ini dapat menekan biaya investasi karena tanpa perlu membangun jalur rel KA. Namun moda ini, masih akan dikaji lebih lanjut karena termasuk teknologi yang baru. Sebelum menggunakan ART, Budi mengatakan akan menggunakan moda transportasi bus terlebih dahulu.

“Karena investasi rel itu mahal sekali, 1 km itu bisa sampai 200 – 300 miliar, kalau eleveted bisa 400 miliar. Kalau ini dia tanpa menggunakan rel sehingga menekan harga. Tapi teknologinya ini kan baru, jadi kita gunakan dulu bus gandeng. Tapi untuk kedepannya, konsep yang disiapkan adalah ART,” paparnya.

Pernyataan lainnya datang dari Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor yang menuturkan bahwa Kalimantan merupakan paru-paru dunia yang alamnya harus dijaga. Maka seluruh pembangunan ibu kota baru harus ramah lingkungan agar tidak kehilangan paru-paru dunia.

“Pembangunan ini 60 persennya ruang terbuka hijau. Harus ada reboisasi yaitu hutan yang ditebang ditanam kembali di tempat lain. Hutan jangan sampai tertanggu polusi. Kalimantan ini diawasi seluruh dunia bukan hanya Indonesia,” terang Isran Noor.