Singapore Airlines “Babak-belur” Akibat Virus Corona

oleh -
Maskapai penerbangan Singapore Airlines Grup secara drastis melakukan pengurangan frekuensi penerbangan pada semua rute China Daratan. Foto:IG-@singaporeairlines

JALAJAHNUSAE.com – Singapore Airlines Grup mendapat pukul telak akibat kejadian wabah virus corona (COVID-19). Tantangan berat juga masih harus dihadapi ke depan karena banyak rute penerbangan,khususnya di daratan China belum bisa dibuka kembali.

Rilis resmi yang di publish Singapore Airlines, Senin (17/2/2020) menyatakan meluasnya wabah COVID-19 menjadi PR serius bagi perusahaan untuk lepas dari kondisi “buruk” tersebut.

Bagaimana tidak, perusahaan induk dan SilkAir secara drastis melakukan pengurangan frekuensi penerbangan pada semua rute China Daratan. Pengurangan ini dilakukan selama bulan Februari dan Maret 2020.

Sementara Scoot telah menangguhkan semua layanan penerbangan ke China Daratan hingga 28 Maret 2020, akhir operasi musim dingin 2019/20.

Di tengah kondisi ini, SIA Group akan terus melakukan penyesuaian jaringan penerbangan dan mengelola biaya secara ketat.

Singapore Airlines mengutamakan keselamatan dan kesehatan para penumpang juga stafnya. Pihaknya juga telah membentuk satuan tugas yang kompeten untuk memonitor situasi COVID-19 secara teliti dan segera melakukan tindakan untuk meminimalkan risiko.

Sebagai contoh, Singapore Airlines telah meningkatkan kegiatan pembersihan dan disinfeksi kabin. Perusahaan juga telah memodifikasi layanan penerbangan guna meningkatkan keselamatan para penumpang dan awak, serta menghentikan transit untuk penerbangan ke China.

Program-program yang diterapkan di atas telah memperkuat kemampuan Singapore Airlines untuk tetap menghasilkan pendapatan.

Pada saat bersamaan, perusahaan juga akan terus melakukan beberapa inisiatif strategis, termasuk integrasi perusahaan induk dan SilkAir.

Upaya lain, juga melanjutkan pertumbuhan Scoot sebagai maskapai berbiaya rendah, berinvestasi di joint-venture dengan India Vistara, serta mengembangkan sumber-sumber pendapatan baru seperti KrisShop.

Inisiatif-inisiatif ini akan semakin memperkuat fondasi untuk pertumbuhan dan kesuksesan SIA Group di masa depan.

Singapore Airlines mengaku telah banyak melakukan investasi pada armada pesawat berusia muda yang hemat bahan bakar.

Disamping itu, terus-menerus mencari cara untuk lebih meningkatkan efisiensi dengan mengoptimalkan rute penerbangan, mengurangi bobot pesawat, dan meningkatkan analisis data untuk mengoptimalkan peningkatan bahan bakar.

“Kami telah meluncurkan langkah-langkah untuk mengurangi jumlah plastik sekali pakai dan mengurangi limbah baik di dalam pesawat maupun berbagai fasilitas kami,” tulis Singpaore Arlines.

Langkah-langkah tersebut telah dilakukan untuk meningkatkan penggunaan energi yang dapat diperbaharui dan menurunkan konsumsi listrik.

“Kami akan terus mengejar berbagai peluang dan memulai inisiatif-inisiatif yang akan membantu Group SIA mengurangi jejak karbon secara keseluruhan,” ujarnya.

Meski kini tergerus oleh kasus virus Corona, Singapore Airlines telah membukukan pendapatan yang kuat pada kuartal ketiga tahun keuangan 2019/2020. Pendapatan grup untuk kuartal ini mencapai rekor tertinggi SGD 4,471 miliar.

Itu didorong oleh berbagai inisiatif yang muncul dari program transformasi. Laba operasional meningkat sebesar SGD 61 juta (+15,7%) dari tahun lalu menjadi SGD 449 juta, mendorong peningkatan laba bersih Grup dari SGD 31 juta (+10,9%) menjadi SGD 315 juta.

(adh)