Kebijakan Menganakemaskan Ojol Menuai Protes

oleh -
Angkutan umum di DKI Jakarta seperti Angkot kini sangat terdampak terhadap pandemi corona. Terlebih dengan adanya PSBB, praktis penumpang menjadi berkurang bahkan tidak ada sama sekali. Foto:IG-@sa_unine

JALAJAHNUSAE.com – Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta menyoroti kebijakan pemerintah yang dianggap terlalu sibuk mengurusi ojek online (ojol) selama wabah virus corona (Covid-19) dan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Cara ini  terkesan berat sebelah hingga mengesankan ojol yang paling menderita. Padahal di luar sana banyak pengusaha transportasi termasuk pekerjanya luntang-lantung akibat kondisi ini.

“Cuma pemerintah selalu melihat ojol dan ojol, kalau dilihat gini ya bayangkan jadi kecemburuan sosial dari awak angkutan umum melihat prilaku pejabat di negara ini,” kata Ketua Organda DKI Jakarta  Shafruhan Sinungan sebagaimana dilansir cnnindonesia,Kamis (16/4/2020).

Pemerintah diketahui telah menerapkan PSBB di Jakarta sejak Jumat 10 April yang salah satu aturannya melarang ojol mengangkut penumpang, kecuali barang.