Pesawat Airbus A380 Dunia “Berguguran”, Kini Etihad Airways Menyusul

oleh -
Maskapai dunia yang menggunakan pesawat bermesin jumbo mulai mengandangkan Airbus A380. Keputusan ini diambil akibat sepinya penumpang karena pandemi corona. (Foto:IG-@ek_aviation)

JALAJAHNUSAE.com – Maskapai global masih didera krisis akibat pandemi corona (Covid-19). Akibatnya, tak sedikit yang memilih mengandangkan pesawatnya karena kesulitan operasional terbang.

Salah satunya, Etihad Airways yang memutuskan  tidak akan memakai kembali pesawat super jumbo, Airbus A380, dalam waktu dekat. Setidaknya, pesawat ini akan di parkirkan hingga akhir 2021.

Sebagaimana dilansir Executive Traveller, pengandangan Airbus A380 Etihad Airways dibenarkan juru bicaranya. Pesawat super jumbo ini tidak akan lagi melayani penumpang hingga permintaan kembali meninggi.

Menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), dunia penerbangan tidak akan kembali ke level normal sebelum adanya COVID hingga tahun 2023-24.

Etihad Airways mulai menghentikan kesepuluh armada A380-nya pada bulan Maret. Armada besar yang masih terbang untuk menghidupkan kembali jaringannya yakni berjenis Boeing 777 dan 787.

Dalam beberapa bulan sebelumnya, A380 masih digunakan Etihad Airways untuk jadwal rute-rute utama seperti London, New York, Paris, Seoul, dan Sydney.

Kebijakan itu berubah pada akhir pekan lalu. Etihad Airways menghapus semua penerbangan menggunakan Airbus A380 dari jadwalnya hingga September 2021 dan kemungkinan besar akan diperpanjang.

Foto:IG-@etihad

“Karena Etihad terus fokus pada pemulihan dan pembangunan kembali jaringan global, kami akan terus mengandalkan efisiensi dan keuntungan dari pesawat berbadan lebar bermesin ganda kami,” kata juru bicara maskapai.

“Selama periode ini, 10 Airbus A380 milik Etihad akan dilarang terbang, sampai permintaan meningkat dan cukup untuk menilai kembali kelayakan terbangnya,” dia menambahkan.

CEO Etihad, Tony Douglas, telah mendapat pertanyaan apakah A380-nya akan terbang lagi? Ia mengatakan bahwa untuk sementara penumpang masih menyukai kapal penjelajah bertingkat dua.

Sebagian besar maskapai yang memiliki A380 di seluruh dunia telah mengurangi pengoperasian armada super jumbonya. Harapannya hari-hari yang lebih baik akan segera tiba.