PT KAI Undang Stakeholder Pariwisata Garut Bahas Kereta Wisata

oleh -
Wakil Ketua Umum Bidang Industri Pariwisata,Hotel dan Restoran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat, H Ato Hermanto. (Foto: Jalajah Nusae/Adhi)

JALAJAHNUSAE.com – PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) berencana mengundang stakeholder pariwisata di Kabupaten Garut, Jawa Barat untuk membahas dibukanya kembali kereta wisata.

Program reaktivasi jalur lama kereta api yang melintas ke  Cibatu-Kota Garut sepanjang 19 Km sudah selesai dan diuji coba, beberapa waktu lalu.

“Direksi PT KAI mengundang kami, stakeholder pariwisata yang ada di Garut dalam rangka untuk sosialisasi dan presentasi kereta wisata ke Garut. Saya sebagai orang Garut merasa bangga. Makanya saya minta pengusaha-pengusaha disini semua untuk men-support apa yang menjadi kebijakan PT KAI,” kata Wakil Ketua Umum Bidang Industri Pariwisata,Hotel dan Restoran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat, H Ato Hermanto kepada Jalajahnusae.com, Selasa (11/8/2020).

Menurut Ato, rencana pertemuan dengan direksi PT KAI ini akan digelar pada 15 Agustus mendatang di Rancabango Hotel & Resort, Tarogong Kaler, Garut.

Sementara untuk launching perjalanan keretanya sendiri dijadwalkan akan dilakukan pada 20 Agustus 2020 di Stasiun Garut.

Khusus jalur kereta ke Garut, PT KAI awal Fabruari 2020 lalu telah melakukan pengujian jalur reaktivasi Cibatu-Garut meliputi peninjauan Stasiun Cibatu, Stasiun Pasirjengkol, Stasiun Wanaraja, dan Stasiun Garut.

Selain reaktivasi jalur lama PT KAI juga berencana mengembangkan Stasiun Garut menjadi stasiun yang lengkap.

Kelak, Stasiun Garut akan terdiri dari dua bangunan utama yaitu sisi utara dan selatan dengan bangunan tiga lantai.

Selain itu, akan terdapat juga masjid berukuran besar, hotel, bangunan multi fungsi, cafe, menara pandang, dan fasilitas penunjang lainnya.

Jalur KA Cibatu-Garut awalnya diresmikan tahun 1889 dan merupakan bagian penting dari sejarah Kabupaten Garut itu sendiri.

Selain untuk angkutan barang, dulunya jalur ini digunakan oleh angkutan penumpang seperti wisatawan asal Eropa yang ingin berlibur di wilayah Garut.

Dengan dioperasikannya kembali jalur ini akan bermanfaat bagi perekonomian di wilayah Garut dan sekitarnya yang memang dari dulu sudah dikenal akan potensi wisatanya.

(adh)