Disuntik Dana Rp 8,5 Triliun, Dirut Garuda Sebut Protokol Penerbangan Masih Memberatkan

oleh -
Ilustrasi. Penumpang pesawat Garuda Indonesia diwajibakan mengenakan masker sebagai upaya mengantisipasi penularan Covid-19. credit: @garuda.indonesia

JALAJAHNUSAE.com -Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra menyebutkan bahwa protokol penerbangan saat ini yang mengharuskan physical distancing di dalam pesawat masih cukup memberatkan maskapai.

Belum lagi kewajiban setiap penumpang untuk menyertakan surat bebas covid-19 lewat tes swab polymerase chain reaction (PCR) yang dibanderol hingga Rp2,5 juta.

Ia pun berharap Kementerian Perhubungan (Kemenhub) beserta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan melonggarkan protokol new normal maskapai.

Pelonggaran tersebut salah satunya yakni bisa dilakukan pada kewajiban melakukan physical distancing.

“Saya berharap Kemenhub dan Gugus Tugas akan mengeluarkan policy (peraturan) baru new normal yang memungkinkan kami lebih terelaksasi dalam melakukan penerbangan ke depan,” ucapnya pada Jumat (5/6).