Satu Lagi Bandara Akan Beroperasi 2020 di Jawa Tengah

oleh -
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pembangunan bandara Jenderal Besar Soedirman di Kabupaten Purbalingga, JawaTengah,Senin,23 April 2018. Foto:IG-@defnaputra

JALAJAHNUSAE.com – Masyarakat Jawa Tengah boleh berangga. Pasalnya, tak lama lagi akan memiliki baandara udara (bandara). Pemerintah sudah  memastikan, Bandara Jenderal Besar Soedirman bakal beroperasi pada Mei 2020.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, Bandara Jenderal Besar Soedirman merupakan pengembangan dari Bandara Wirasaba yang selama ini untuk kepentingan militer.

Bagi masyarakat Jawa Tengah, kalian patut berbangga. Pasalnya Bandara Jenderal Soedirman terletak di kawasan Pangkalan TNI AU Jenderal Besar Soedirman, Kabupaten Purbalingga.

Diakui Rini, pengerjaan bandara ini berjalan dengan baik dan ditargetkan pada tahun ini runway bisa selesai dibangun.

“Dilanjutkan dengan pekerjaan-pekerjaan lain hingga rampung dan bisa beroperasi pada Mei 2020,” kata Menteri Rini dalam keterangan resmi AP II pada Rabu (2/10/2019).

Adapun pembersihan lahan atau land clearing untuk runway dengan panjang 1.600 meter telah dikeerjakan sejak Mei 2019.

Selain itu, kata Rini, keberadaan Bandara Jenderal Besar Soedirman juga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah dan dapat mengakomodir kegiatan investasi dan perekonomian di Jawa Tengah.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menambahkan, Bandara Jenderal Besar Soedirman akan berperan signifikan dalam mendorong perekonomian khususnya di 5 wilayah terdekat.

“Perekonomian di 5 wilayah yaitu Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen atau kita kenal dengan Barlingmascakeb akan lebih maju dengan hadirnya Bandara Jenderal Besar Soedirman,” kata dia.

Runway tahap I bandara ini, rencananya untuk melayani operasional penerbangan pesawat ATR 72-600 dan sejenis. Kemudian dilakukan pengembangan hingga Tahap III yang akan membuat bandara ini dapat didarati pesawat sekelas Boeing 737 dan Airbus A320.

Pada Tahap I Tahap I berkapasitas 98.812 penumpang per tahun. Pada tahap II berkapasitas 440.440 penumpang per tahun. Kemudian pada tahap III berkapasitas sekitar 600.000 penumpang per tahun.

Selain itu, pembangunan tahap I juga mencakup apron untuk mengakomodir 3 unit pesawat ATR 71 dan sejenis.

Pada April 2019, AP II dan TNI AU menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) agar pembangunan infrastruktur sudah dapat dimulai.

(adh/cnbci)