Milenial Mesti Aktif Dukung Pariwisata Lewat Media Sosial

oleh -

JALAJAHNUSAE.com – Di era digitalisasi sekarang, kaum milenial mesti aktif dan bijak memanfaatkan media sosial untuk mendukung pariwisata Indonesia. Karena sektor pariwisata memiliki potensi yang sangat besar.

Hal di atas disampaikan Strategic Partnership Manager Traveloka Alfonso Kodoatie di acara Millennial Tourism Corner di Alamanda Bukit Doa Tomohon, Kamis (8/8/19).

“Milenial harus eksis. Karena, peluang untuk menggapai market dan peluang untuk mendapat costumer sangat bagus. Hal ini yang harus dimanfaatkan milenial. Dan mereka harus jeli melihat peluang itu,” ujar Alfonso dikutip dari laman GenPi.co.

Ia juga menyebutkan, media sosial bisa dimanfaatkan untuk mendukung segmen pariwisata. Apalagi tren wisatawan saat ini mulai bergeser ke arah digital.

“Hal tersebut juga sesuai dengan misi kita, memanusiakan teknologi, dan ini sangat baik diterapkan di pariwisata,” sambungnya.

Alfonso menegaskan, DNA Traveloka adalah dedikasi. Yang kedua adalah otonomi untuk tujuan yang sama mengembangkan kreativitas. Ketiga intelektual yang jujur, kebebasan bersuara.

Hal senada juga diungkapkan Manager Penjangkauan Politik dan Pemerintahan Facebook Indonesia, Noudhy Valdryno,

“Yang harus teman-teman milenial sadari, pengguna internet di Indonesia 157 juta orang. Jumlah yang sangat menjanjikan. Dan untuk menggarap pasar ini, milenial bisa memanfaatkan Facebook. Sebab Facebook bisa untuk mengolah konten. Hal yang sangat dibutuhkan milenial,” ungkapnya.

Kemudian Ketua Tim Percepatan Millennial Tourism Kemenpar, Gabriella Patricia Mandolang menuturkan, inbound milenial sangat tinggi. Jumlahnya mencapai 50 persen.

“Wisatawan milenial menjadi rebutan banyak negara. Oleh karena itu, kita ingin milenial juga terlibat aktif dalam industri pariwisata. Bukan hanya menjadi penonton,” tukas Gabriella.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga turut hadir di acara Millennial Tourism Corner dan menjadi keynote speaker.

“Industri pariwisata 4.0 adalah industri yang sangat digital. Dan milenial itu karakternya adalah digital. Oleh karena itu industri pariwisata 4.0 harus bisa dimaksimalkan milenial. Apalagi pariwisata adalah leading sector buat Indonesia,” kata Menpar.*** (IG)