Hotel Sulit Menghindari PHK, PSBB Jilid I Memperburuk Keadaan

oleh -
Sekretaris Jendral (Sekjen) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yusran Maulana. Foto: Jalajah Nusae/adhi

JAKARTA, Jalajahnusae.com – Industri perhotelan saat ini berada pada situasi paling buruk. Makin tertekan menyusul diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid I.

“Jauh hari kami sudah menyampaikan kepada pemerintah bahwa daya tahan perusahaan maksimum sampai dengan Juni,” kata Sekretaris Jendral Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran, Senin (28/09/2020).

Ditegaskan Alan—sapaan Maulana Yusran, PHRI menilai pemutusan hubungan kerja di sektor pariwisata tak dapat dielakan jika melihat situasi yang terus menurun seperti sekarang.

Baca Juga: Hotel Tutup di Indonesia Tembus 1.174,PHK Karyawan Mencapai 58.700 Orang

Juni lalu, pemerintah sudah memulai adaptasi new normal sehingga menumbuhkan harapan baru dengan terjadinya peningkatan, walaupun belum terlihat signifikan.

“Sekarang dibatasi lagi, kondisi ini tentunya memperparah keuangan perusahaan karena daya tahan bisa dikatan sudah tidak ada. Jadi PHK susah untuk dielakan lagi,” ungkapnya

Ia melanjutkan bahwa memang pemerintah memberikan stimulus-stimulus, tetapi dalam praktiknya tidak optimal lantaran persyaratan untuk mendapatkan stimulus itu tidak fleksibel.