Long Weekend Okupansi Hotel di Yogyakarta Naik 30 Persen

oleh -
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono ketika mengikuti rapat dengan Pemkot Jogjyakarta terkait persiapan dan evaluasi penerimaan tamu/wisatawan di era Jogja Wajar Anyar dengan Pranatan Anyar. (Foto:Ist)

JALAJAHNUSAE.com – Selama libur panjang (long weekend) okupansi hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami peningkatan cukup signifikan. Dari 80 % kamar hotel bintang dan 60 % non bintang yang dioperasikan mengalami kenaikan rata-rata 30 %.

“Untuk kebijakan rapid test terhadap tamu yang datang dari luar Yogyakarta, tidak mempengaruhi okupansi. Bahkan kami, mulai dari karyawan hingga setiap tamu yang menginap ditekankan untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia  DIY, Deddy Pranowo Eryono ketika dihubungi Jalajahnusae.com, Sabtu (22/8/2020).

Menurut Deddy, pihaknya tidak mentolerir pelanggaran protokol kesehatan. Bagi siapa saja yang diketahui tidak mengenakan masker di ruang publik, maka akan diberikan sanksi. Bentuknya, bisa tidak diperbolehkan masuk ke dalam property hotel.

“Kami harus menegakan aturan protokol kesehatan ini agar tetap berjalan karena kita juga ingin melindungi karyawan,property,serta tamu-tamyu yang lainnya,” ujar Deddy.

Seperti yang terjadi ketika libur peringatan HUT ke-75 RI, ada beberapa tamu yang terpaksa ditolak masuk, baik di hotel berbintang maupun hotel non bintang setelah diberikan peringatan tetap saja ngeyel (bandel).

“Meski konsekuensinya kita harus mengembalikan uang check in, Ndak apa-apa. Kita kembalikan secara penuh ketika mereka memilih keluar. Bagi kami welcome kok, kecuali bandel tadi itu,” jelas Deddy.

Satgas COVID-19 di seluruh hotel yang ada di Yogyakarta menerapkan aturan yang sangat tegas. Meski dengan penyampaian yang santun kepada  wisatawan yang melanggar protokol kesehatan, tak berarti bisa meloloskan untuk bisa check in jika pelanggarannya protokol kesehatan dinilai cukup berat. (adh)