Traveloka Catat Perilaku Menginap Di Hotel Berubah, Seperti Apa ?

oleh -
Sari Ater Kamboti Hotel di Jalan Lemah Neundeut Kota Bandung terus mempersiapkan penerapan protokol kesehatan untuk menyambut tamu. Hotel yang di-launching pertengahan September 2020 itu mulai ramai oleh kegiatan MICE dan leisure di akhir pekan. (Foto: Jalajah Nusae/adhi)

JALAJAHNUSAE.com – Pandemi Covid-19 telah mengubah perilaku masyarakat saat menginap di hotel. Para pengguna memangkas lama waktu penginapan dari 1 minggu menjadi 3 hari. Selain itu, kamar yang dipesan juga cenderung lebih murah.

“Dalam jangka pendek kami lihat pemesanan kamar turun lebih rendah dari biasanya,” kata President Traveloka Group Operations Henry Hendrawan dalam konferensi virtual Tech In Asia, Selasa (20/10/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, para pengguna Traveloka juga hanya melakukan perjalanan secara domestik atau dalam kota.

Covid-19 membuat mereka enggan atau tertahan untuk melakukan perjalanan lintas negara. Perjalanan juga dilakukan dalam waktu singkat.

“Orang jakarta tidak pergi ke Jepang, tapi ke Surabaya. Kami mengambil kesempatan ini karena kekuatan traveloka juga adalah local travel,” kata Henry.