Dari Hotel “Jam-jaman”, Kini Asetnya Jadi 40 Triliun

oleh -
Hotel 81 milik Taipan Choo Chong Ngen ini hanya dijual dengan harga Rp 210 ribu per dua jam. Kini, ia menjadi pemilik hotel budget terkaya di dunia dengan aset 40 triliun. Foto:IG-@hotel81sg

JALAJAHNUSAE.com – Dari bisnis hospitality,boleh disebut Choo Chong Ngen adalah satu-satunya  Taipan Hotel budget terkaya di dunia saat ini.

Bagaimana tidak, kini asetnya mencapai Rp 40 triliun dari bisnis yang diawali dengan menjual kamar hotel “jam-jaman” dengan brand Hotel 81.

Dia pertama kali mendirikan hotel berbiaya murah tersebut lebih dari dua dekade lalu.

Dikutip dari dari Forbes, Selasa (17/9/2019), Choo telah mengasah ketajaman bisnisnya sejak muda.

Dia tumbuh di sebuah kampung di timur laut Singapura. Ayahnya adalah seorang tukang kayu dan ibunya seorang ibu rumah tangga.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dia menjual es krim di lingkungannya ketika dia berusia 10 tahun. Pada usia 14, dia keluar dari sekolah dan menjadi penjual ikan.

Singkat cerita dia mencoba bisnis tekstil pada usia 17 tahun. Usahanya itu terus bertumbuh. Tapi pada usia 32, dia memutuskan untuk fokus pada investasi properti.

Choo Chong Ngen. Foto: forbes

Dia berbisnis hotel terjangkau. Karena tarifnya yang murah itu, dia berhasil membuat bisnisnya berkembang dengan cepat.

Saat ini kamar-kamar tersebut hanya disewakan Rp 210 ribuan selama dua jam atau  US$ 15 hingga US$ Rp. 658 ribu per malam atau US$ 47.

Pada akhir 2015, Cho membuka Hotel Boss, sebuah hotel berlantai 19 dengan 1.500 kamar yang terletak di antara Arab Street dan Little India, tidak jauh dari pusat kota Singapura. Harga yang ditawarkan US$ 94 per malam.

Sejak 2017, bisnisnya telah berkembang ke Thailand, Malaysia, dan Australia dengan tujuh hotel yang dikelola oleh Travelodge dan Holiday Inn. Pada 2018, dia mengganti nama grupnya menjadi Worldwide Hotels.

Dia adalah salah satu orang terkaya di Singapura, yaitu terdaftar di 50 orang paling tajir di negara tersebut. Kekayaannya saat ini tercatat US$ 2,9 miliar atau setara Rp 40,6 triliun (kurs Rp 14.000/US$).

Mantabz betul…

(adh/dtk)