Para Investor Incar Hotel Dan Taman Rekreasi Yang Mampu Melewati Krisis Pandemi

by -
Ilustrasi. Kamar Hotel

JAKARTA, Jalajahnusae.com – Pandemi corona menjadi ujian bagi perusahan-perusahaan di sektor perhotelan.

Siapa yang mampu melakukan tata kelola perusahaan dengan baik (Good Corporate GovernanceGCG) maka ia akan bisa melewati masa krisis.

Tak sedikit para investor kini tengah mengamati laporan pendapatan pekan depan terhadap perusahaan-perusahaan perhotelan, pelayaran dan bisnis lain yang terdampak pandemi Covid-19.

Mereka ingin melihat atau  mengindikasikan perusahaan mana yang bisa pertama kali bangkit jika pandemi mulai surut.

Selama hampir setahun, sebagian besar investor telah mengamati pendapatan masa lalu di sektor perjalanan dan rekreasi.

Dmana kebijakan lockdown akibat pandemi telah menghantam banyak perusahaan di sektor tersebut serta menghancurkan harga sahamnya.

Diantaranya saham Marriot dan Norwegian Cruise Lines yang anjlok 12% lebih pada tahun lalu dibandingkan dengan kenaikan hampir 17% indeks S&P 500 hingga Jumat Sore.

Melansir Reuters, angka-angka di pekan depan dimungkinkan dapat memberikan petunjuk mengenai perusahaan yang berada dalam kondisi keuangan terbaik dan akan mendapatkan keuntungan terbesar dari pemulihan ekonomi.

“Hasil secara keseluruhan akan buruk, namun yang terpenting adalah terkait siapa yang akan kembali”, ujar Adam Trivision Portofolio Manajer di Gabelli Funds, dikutip CNBC Indonesia, Minggu (14/2/2021).

Fokus pada perusahaan di sektor rekreasi dan perjalanan muncul dikala investor mengukur efektivitas upaya vaksinasi di Amerika Serikat (AS) secara lebih luas dan sejauh mana langkah tersebut membantu perekonomian kembali pada jalurnya.

Will Hilkert, manajer portofolio dana di Fidelity Select Leisure Fund mengatakan bahwa hasil pendapatan selama dua kuartal kedepan menjadi kunci bagi para investor yang saat ini bertaruh pada saham di sektor rekreasi yang akan kembali pulih.

“Selama enam hingga sembilan bulan kedepan, anda akan mendapatkan kesempatan untuk memastikan seperti apada kondisi global usai pandemi dan keterkaitannya dengan fundamental perusahaan”, sebutnya.

Trivison dari Gabelli Funds mengatakan ia akan mengawasi bisnis pemesanan hotel. Dimana ia mengharapkan dapat menawarkan petunjuk mengenai skala perjalanan yang dilakukan oleh para pegawai di pekan depan.

Wisatawan bisnis biasanya merupakan 25% dari pelanggan jaringan hotel, meskipun jumlah tersebut mungkin lebih tinggi untuk tujuan Orlando dan Las Vegas, AS.

Sebagai tambahan informasi, Hilton Worldwide Holdings Inc dan Hyatt Hotels Corp diperkirakan merilis hasil kinerja keuangannya pada 17 Februari mendatang.

Disusul dengan Marriot, Norwegian Cruise Lines dan TripAdvisor pada 18 Februari 2021. (*/adh)