Sudah 4.233 Kamar Hotel PHRI Siap Menampung Pasien Covid-19

oleh -
Menparekraf Wishnutama Kusubandio saat melakukan pengecekan kesiapan hotel tempat isolasi mandiri pasien Covid-19 tanpa gejala di salah satu hotel di Jakarta. (Foto:Kemenparekraf)

JAKARTA, Jalajahnusae.com – Sampai hari ini, Senin (12/10/2020),  total jumlah kamar yang diusulkan  Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk pasien Covid-19 mencapai 4.233 kamar.

Jumlah kamar hotel tersebut yang tersebar di Jakarta, Bali dan Kalimatan Selatan, diperuntukan sebagai lokasi isolasi pasien konfirmasi tanpa gejala, gejala ringan dan akomodasi tenaga kesehatan.

Sejak diumumkan, program Reaktivasi Industri Perhotelan Melalui Pendukungan Akomodasi Masyarakat Berstatus Pasien Terkonfirmasi Tanpa Gejala dan Tenaga Kesehatan (Nakes) terus bertambah.

Kemenparekraf/Baparekraf bersama Kementerian Kesehatan dan pihak terkait berupaya memastikan dengan baik kesiapan hotel dan perangkat lainnya dalam memberikan layanan bagi masyarakat pasien konfirmasi tanpa gejala dan gejala ringan dan juga akomodasi bagi tenaga kesehatan.

“Persiapan ini penting, terutama dalam penerapan protokol kesehatan. Jangan sampai hotel tempat isolasi justru menjadi klaster baru sehingga kita bisa memasuki era adaptasi kebiasaan baru dengan lebih baik lagi,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio dalam keterangan resminya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.015 kamar hotel di DKI Jakarta telah selesai dilakukan verifikasi oleh Kementerian Kesehatan sehingga telah dan juga siap digunakan sebagai lokasi isolasi pasien juga akomodasi bagi tenaga kesehatan.

“Diluar Jakarta, kami juga siapkan 500 kamar di Bali dan 435 kamar di Kalimantan Selatan untuk isolasi pasien konfirmasi tanpa gejala dan gejala ringan juga akomodasi bagi tenaga kesehatan,” kata Wishnutama.

Kemenparekraf/Baparekraf juga telah menyiapkan hotel yang masih bisa dipergunakan jika diperlukan penambahan. Terdiri dari 9 hotel di DKI Jakarta dan 10 hotel di Bali yang kesemuanya juga telah dilakukan verifikasi oleh Kementerian Kesehatan.