Garuda Bakal Bundling Tiket Murah Dengan Hotel

oleh -
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra (duduk pertama dari kanan) saat melakukan pertemuan dengan pengurus PHRI di Jakarta,pekan lalu. Foto: dok

JALAJAHNUSAE.com – Harga tiket pesawat yang tinggi menjadi problem serius bagi pelaku industri pariwisata. Akibatnya tren kunjungan wisatawan di beberapa daerah juga mengalami penurunan. Tak terkecuali okupansi hotel ikut terkena imbasnya.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra pun menawarkan cara lain untuk menjual tiket pesawat dengan harga murah tanpa membuat perusahaan buntung.

Seperti apa?

“Pertama, kami akan bundling dengan hotel untuk menyiapkan paket (wisata),” kata Irfan kepada awak media di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pekan ini.

Menurut Irfan—yang belum lama dikukuhkan sebagai  Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia menggantikan Dirut lama yang tersandung kasus penyelundupan motor Harley, upaya tersebut sesuai dengan arahan Kementerian Perhubungan.

Sejauh ini, kata lanju Irfan,secara bertahap dirinya sudah melakukan penjajakan kerja sama dengan pihak hotel.

Bahkan juga sudah melakukan pertemuan dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk membahasa rencana kerjasama ini.

Meski begitu, Irfan memastikan tidak semua paket bandling dijual dengan harga lebih rendah. Tarif ekonomis akan disediakan di luar masa ramai kunjungan atau high season, seperti Sabtu dan Minggu.

Selanjutnya, manajemen emiten berkode saham GIAA ini bakal menyediakan tarif berbeda untuk pembelian tiket jauh-jauh hari. Kebijakan tersebut tengah disiapkan oleh manajemen.

“Kami bisa bikinkan beli sekarang (lebih murah) untuk (perjalanan) enam bulan lagi. Bisa dibikin, tapi tunggu nanti,” ucapnya.

Agar maskapai tetap untung, Irfan mengatakan entitasnya akan menggenjot sumber-sumber pendapatan lain non-tiket seperti penyediaan layanan kargo.

Mantan Direktur Utama PT Inti (Persero) itu bakal mengajak manajemen memaksimalkan potensi bagasi penumpang yang selama ini acap masih lowong.

“Misalnya penumpang kita kan tidak maksimal memakai bagasi dan banyak sisa, jadi kita jual ruang itu untuk layanan kargo,” ujarnya.

Saat ini, ia memastikan akan memaksimalkan layanan kargo dari pesawat-pesawat milik Garuda Indonesia yang beroperasi tanpa menambah pesawat angkut atau freighter.

Ihwal tarif kargo yang akan dikenakan perusahaan, Irfan menyatakan pihaknya masih akan menjajaki kerja sama dengan asosiasi terkait.

Sementara itu Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani berharap Direktur Utama baru Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dapat menurunkan harga tiket pesawat.

Apalagi kata Haryadi, ada Komisaris Utama Garuda Indonesia Triawan Munaf yang dinilai punya keperdulian terhadap sektor pariwisata. Selama ini harga tiket pesawat yang tinggi dinilai menghambat sektor tersebut.

“Kami berharap ini impact-nya terhadap harga tiket jauh lebih rasional dan juga support-nya kepada pariwisata juga lebih baik apalagi Pak Triawan lebih banyak background-nya di bidang advertising dan marketing dapat membawa dampak yang cukup bagus,” ujarnya.

Hariyadi juga menilai proses pemilihan Direktur Utama Garuda Indonesia kali ini lebih lebih profesional dibandingkan sebelumnya.

“Paling penting adalah pemilihan ini jauh lebih profesional dibandingkan sebelumnya walaupun kami tidak paham betul latar belakang penunjukkan Dirut yang baru kami percaya bahwa ke depannya komnukasi kami bisa terus terjalin,” tutupnya.

(adh)