Ingin Kepercayaan Publik Naik, Hotel Harus Publikasikan Protokol Kesehatan

oleh -
Pelaku industri pariwisata di Bali kembali bangkit untuk memberikan kepercayaan kepada wisatawan bahwa di tengah pandemi mereka telah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. (Foto: Dok Kemenparekraf)

JAKARTA, Jalajahnusae.com – Penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) di sektor pariwisata, termasuk industri perhotelan, harus diikuti dengan promosi yang baik sehingga dapat memperkuat kepercayaan masyarakat.

Menurut data dari McKinsey, masyarakat Indonesia mayoritas khawatir tentang penggunaan layanan transportasi umum, bepergian menggunakan pesawat dan menginap di hotel.

Tiga kategori kegiatan tersebut sangat terkait dengan sektor pariwisata.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya, dalam keterangannya, Kamis (1/10/2020), mengatakan hampir seluruh destinasi wisata dan pelaku wisata di seluruh Indonesia telah menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE.

Namun, perlu ada kerja sama antara pengusaha hotel, wisatawan, serta pemerintah pusat dan daerah untuk mempublikasikan penerapan protokol kesehatan.

“Kita perlu mempublikasikan, menginformasikan kepada dunia dan domestik bahwa protokol-protokol kesehatan sudah diterapkan di seluruh touch point customer journey di Indonesia, seperti di bandara dan di hotel,” kata Nia.

Sebelumnya Nia berbicara dalam acara ”Workshop Online: Rebuilding Together Bersama dengan Booking.com dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” yang digelar pada 24 September yang lalu.