American Airlines Terpaksa Pangkas 19.000 Karyawannya

oleh -

JALAJAHNUSAE.com, Amerika – Kondisi maskapai penerbangan American Airlines terus menurun menyusul kesulitan anggaran yang dihadapi.

Bahkan jika perusahaan tidak mendapatkan bantuan anggaran baru dari kongres (DPR), dipastikan ada sekitar 19.000 pekerjanya terpaksa di PHK per 1 Oktober 2020.

American Airlines yang merupakan maskapai terbesar di dunia saat ini dan memiliki 133.700 karyawan tahun ini.

Untuk bisa bertahan ditengah pandemi virus corona, perusahaan bakal memangkas setidaknya 40.000 pekerja tahun ini.

Seperti dilansir beberapa kantor berita dunia, perusahaan menyatakan sebanyak 12.500 orang telah sepakat untuk meninggalkan perusahaan secara sukarela atau pensiun dini.

Sementara sebanyak 11.000 lainnya telah sepakat untuk dirumahkan per Oktober mendatang.

“Meski dengan pengorbanan tersebut, diperkirakan masih ada 19.000 karyawan kami yang harus di PHK pada Oktober mendatang, kecuali ada perpanjangan dari bantuan Federal,” jelas CEO American Airlines Doug Parker dan Presiden American Airlines Robert Isom dalam surat yang dikirimkan ke karyawan.

Perusahaan mengatakan, surat peringatan PHK sudah dikirimkan per Rabu (26/8/2020) lalu kepada 17.500 pegawai.

Namun demikian berdasarkan CARES Act, dengan bantuan sebesar 50 miliar dollar AS untuk industri penerbangan Amerika Setikat, maskapai tidak bisa melakukan PHK terhadap karyawan hingga 1 Oktober mendatang.

“Satu-satunya masalah dengan legislasi adalah ketika hal itu berlaku pada Maret, diasumsikan pada 30 September mendatang virus telah bisa diatasi dan permintaan atas penerbangan akan meningkat,” tulis surat tersebut.

“Namun nyatanya hal itu tidak terjadi. Berdasarkan tingkat permintaan hari ini, American saat ini berencana untuk menerbangkan kurang dari 50 persen armada pada kuartal IV, dengan penerbangan internasional jarak panjang juga dikurangi menjadi hanya 25 persen dari jumlah penerbangan tahun 2019,” jelas mereka. (adh/kom)