INDEF: Penempatan Dana Pemerintah Ke BPD Berisiko Mubazir

oleh -
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad. foto: dok

JALAJAHNUSAE.com – Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad mengatakan bantuan likuiditas berupa penempatan dana pemerintah ke perbankan itu dinilai beberapa pihak berisiko mubazir.

Sebab, permintaan dan penawaran kredit juga masih loyo di tengah pandemi. Saat ini Usaha MIkro,Kecil dan Menengah (UMKM) masih enggan mengambil kredit lantaran sumber perekonomian, yaitu konsumsi di tingkat masyarakat menengah ke bawah masih belum bergerak.Di sisi lain, perbankan juga cenderung akan selektif dalam memberi kredit.

“Pasti masih lebih selektif ketimbang sebelum resesi,” ujar Tauhid sebagaimana dikutip kompascom, Selasa (28/7/2020).

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Mei 2020 lalu, kredit perbankan hanya tumbuh 3,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Hal tersebut menunjukkan lesunya penyaluran kredit perbankan pada kuartal II tahun ini.