Mulai 1 April BI Siapkan Pasokan Uang Rp 450 Triliun,Untuk Apa?

oleh -
Ilustrasi

JALAJAHNUSAE.com – Ditengah pandemi  virus corona (Covid-19) Bank Indonesia (BI) mulai 1 April 2020 akan menyiapkan pasokan uang sebesar Rp.450 Triliun.

Untuk apa?

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pasokan uang ini untuk memenuhi berbagai transaksi masyarakat. Mulai dari transaksi tunai, pengambilan uang di ATM, hingga nontunai melalui sistem digital.

“Kami pastikan stok lebih dari cukup karena ada kerja sama erat dengan perbankan dan sistem pembayaran,” ungkapnya, Kamis (26/3/2020).

Selain menyiapkan pasokan uang dalam jumlah besar, Perry mengatakan bank sentral nasional juga akan memastikan bahwa uang yang digunakan masyarakat terhindar dari virus corona.

Sebab, BI telah melakukan karantina dan pembersihan uang di ATM hingga yang beredar di masyarakat.

“Sejak awal Maret, kami sudah karantina uang yang disetor. Kami instruksikan ke 46 kantor cabang juga dan perbankan untuk mengganti yang ada di ATM dengan yang sudah dikarantina,” terang dia.

Kendati begitu, Perry ingin masyarakat lebih banyak menggunakan transaksi nontunai di tengah pandemi corona. Sebab, tidak hanya lebih higienis, tapi juga mudah dan cepat.

Gratis Biaya Transaksi

Di sisi lain, BI memberikan perpanjangan gratis biaya transaksi yang dibebankan kepada toko (Merchant Discount Rate/MDR) alias nol persen sampai September 2020. Syaratnya, masyarakat bertransaksi secara nontunai melalui QRIS.

“Jadi uang elektroniknya m-banking, internet banking, dan QRIS-nya bisa digunakan. Jadi tidak perlu keluar rumah,” tuturnya.

Tak ketinggalan, BI juga menurunkan biaya Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dari perbankan ke BI dari semula Rp600 menjadi Rp1 per transaksi.

Kemudian, turut menurunkan biaya SKNBI dari nasabah ke bank dari semula maksimum Rp3.500 menjadi Rp2.900 per transaksi.

“Kebijakan ini efektif sejak 1 April 2020 sampai dengan 31 Desember 2020,” tutupnya.

(adh/cnn)