Kadin Rayu Amerika Berinvestasi Setelah Omnibus Law Ditandatangan Presiden

oleh -
Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani (keempat dari kiri) didampingi WKU Kadin Bidang Hubungan Internasional, Shinta W. Kamdani menerima Courtesy Call Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Desra Percaya, Sabtu (24/10/2020). (Foto:dok) kadin)

JAKARTA, Jalajahnusae.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyakinkan delegasi pemerintah Amerika Serikat (AS) bahwa investasi di Indonesia semakin terbuka.

Apalagi setelah disahkannya omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) oleh Presiden Joko Widodo.

“Saya harap ketika Presiden tanda tangani omnibus law, itu bisa meningkatkan iklim bisnis kita, produktivitas dan menciptakan lapangan kerja,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani dalam diskusi virtual dengan para delegasi AS tersebut, Sabtu (24/11/2020).

Menurut Roslan, Omnibus Law akan meningkatkan iklim bisnis, produktivitas dan menciptakan lapangan kerja yang lebih sehat.

Roslan menyampaikan itu di hadapan Chief Executive Officer (CEO) U.S. International Development Finance Corporation (DFC), Adam Boehler, Kepala Bank Ekspor Impor (Exim) AS, Kimberly Reed, dan pejabat tinggi pemerintah lainnya dari Departemen Keuangan AS, Departemen Perdagangan AS, Departemen Luar Negeri AS, dan Departemen Energi AS.

Rosan mengatakan investasi penting bagi laju pertumbuhan ekonomi nasional. Sebesar 32 hingga 33 persen investasi berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB). Sekitar lebih dari 55 persen PDB ditopang konsumsi dalam negeri.

“Maka sekarang kami lebih terbuka sebagai negara karena di omnibus law ada kita merevisi daftar investasi secara signifikan sekarang hanya enam subjek investasi tertutup untuk pihak asing,” ujar pria yang juga masuk satgas pembahasan naskah omnibus law RUU cipta kerja tersebut sebelumnya.