Larangan Mudik Tekan Konsumsi BBM Menjadi 110.034 Kiloliter Per Hari

oleh -
Petugas SPBU di Jln Djunjunan (Pasteur),Kota Bandung, sedang melayani pengisian BBM. Sejak adanya larangan mudik lebaran tahun ini,konsumsi BBM diperkirakan turun hingga 20 %. Foto: Jalajah Nusae/adhi

JALAJAHNUSAE.com -Larangan mudik lebaran yang diberlakukan pemerintah tahun ini untuk mengurangi penularan virus corona (Covid-19), ikut menekan konsumsi BBM.

PT Pertamina (Persero) memperkirakan akibat dampak larangan mudik ini membuat konsumsi BBM hanya akan mencapai 110.034 kiloliter per hari.

Jika benar, konsumsi tersebut turun 20 persen dibandingkan kondisi normal, angka ini tentu jauh di bawah konsumsi pada Ramadhan tahun lalu yang mencapai sekitar 138.318 kiloliter/hari.

Meski berpotensi turun, pihaknya memastikan seluruh SPBU di jalur utama mudik akan tetap beroperasi untuk mengamankan pasokan BBM bagi angkutan logistik, sembako, alat kesehatan serta angkutan kebutuhan penting lainnya yang diperbolehkan beroperasi.

Seperti pada masa lebaran sebelumnya, Pertamina membentuk Tim Satgas yang bertugas memonitor pergerakan kebutuhan BBM dan LPG selama Ramadhan dan Idul Fitri. Pada masa ini pula, sejumlah Terminal BBM dan LPG beroperasi 24 jam.

Sedangkan untuk LPG, Pertamina memprediksi kebutuhan gas dapur pada Ramadhan kali ini akan meningkat sekitar enam persen karena mengantisipasi peningkatan permintaan selama Ramadhan.

Peningkatan permintaan tersebut disebabkan oleh kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). PSBB membuat aktivitas memasak di rumah naik sehingga meningkatkan permintaan LPG.

Fajriyah menyatakan Pertamina telah menyiapkan sejumlah cara untuk mengantisipasi kenaikan tersebut.

Mulai dari menjaga ketahanan stok hingga meningkatkan pelayanan melalui layanan antar atau Pertamina Delivery Service.

“Fokus utama kami adalah memastikan bagaimana kebutuhan energi masyarakat baik BBM maupun LPG terpenuhi dan dengan prediksi kebutuhan LPG akan meningkat maka kami juga menambah ketahanan stok hingga di level 19 hari dan memberi kemudahan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan LPG dengan tetap berada di rumah saja,” ujarnya.

(adh/ant)