Sayonara Sprite Botol, Selamat Datang PET

by -
Ilustrasi. PT Coca-Cola Indonesia mengubah botol Sprite dengan kemasan plastik berbahan PET. (Foto: Pixabay)

JAKARTA, Jalajahnusae.com — Sayonara Sprite botol. PT Coca-Cola Indonesia melalui merek minuman bersoda itu resmi mengubah kemasan.

Minuman bersoda  botol hijau yang selama ini menjadi ikon produk tersebut akan digantikan dengan botol bening berbahan baku PET.

Apa itu PET?

Polietilena tereftalat (PET) adalah polimer termoplastik serbaguna yang termasuk dalam kelompok polimer poliester.

Resin poliester sendiri dikenal dengan beberapa sifat unggulnya dalam segi mekanis, termal, dan juga resisten terhadap zat kimia.

Jika Anda menemukan kemasan atau produk plastik dengan simbol daur ulang angka 1, maka artinya produk plastik tersebut terbuat dari bahan plastik polietilena tereftalat (PET).

Plastik PET merupakan termoplastik yang paling banyak didaur ulang jika dibandingkan dengan plastik lainnya.

Plastik PET daur ulang bisa dibentuk menjadi fiber, kain, lembaran plastik, atau komponen kendaraan.

Secara struktur kimiawi, polietilena tereftalat (PET) memiliki kemiripan dengan plastik polibutilena tereftalat (PBT).

PET pada umumnya memiliki karakter yang sangat fleksibel dan tembus pandang. Bergantung pada proses pembuatannya, plastik PET bisa dibuat menjadi produk dengan sifat kaku maupun semi-kaku.

Director of Public Affairs, Communication, and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo mengatakan transformasi ini dilakukan setelah botol hijau yang telah digunakan sprite lebih dari 50 tahun atau sejak 1971.

Hal itu sesuai dengan strategi perseroan yakni pelestarian lingkungan dan mengurangi sampah.

“Industri kami punya peran penting dalam menjaga lingkungan. Melalui kemasan baru ini kami juga melakukan praktik pengelolaan sampah berkelanjutan karena dengan botol PET akan lebih mudah didaur ulang dan memiliki nilai yang lebih tinggi,” katanya dalam jumpa media virtual, pekan lalu.

Triyono mengemukakan secara industri serapan daur ulang botol PET juga sudah mencapai angka 55-60 persen, dan diharapkan akan menjadi 100 persen pada masa depan.

Selain itu botol PET juga memiliki keunggulan lebih ringan, mudah dibentuk, dan mampu menjaga kualitas isinya.

Selain itu perseroan juga memiliki misi untuk mendaur ulang 100 persen kemasan produk yang telah dijual pada 2030 mendatang.

Dengan demikian, diharapkan transformasi ini sebagai jalan menuju tercapainya misi di atas.

“Botol PET jernih dapat dikonversi berulang kali menjadi PET berkualitas tinggi dan digunakan untuk beragam produk bermanfaat lainnya,” kata Triyono. (*/adh)

Sumber: Bisnis