Hotel dan Restoran Kesulitan, Kebijakan Sosial Distancing Dicabut

oleh -

JALAJAHNUSAE.com – Persoalan jaga jarak (social distancing) ternyata tidak saja menjadi perdebatan (debatable) di tanah air. Di negara persemakmuran seperti Inggris pun jaga jarak menjadi “polemik” sehingga perlu ditinjau ulang.

Sunak berkata, jarak fisik 2 meter dikhawatirkan sejumlah pengusaha akan menghalangi mereka untuk bekerja dengan optimal. Apabila usaha tidak mampu bekerja optimal, maka dikhawatirkan perekonomian Inggris juga akan lambat tumbuh.

Adapun jarak fisik 2 meter, kata Sunak, terasa paling membebani untuk pengusaha hotel,taman rekreasi,tempat hiburan dan pub.

Dengan jarak fisik tersebut, rata-rata pub hanya bisa terisi sepertiga dari kapasitas totalnya. Jika jarak itu dipangkas, ia berkeyakinan pub bisa terisi 3/4 dari kapasitas asli.

Sunak menambahkan bahwa data terbaru menunjukkan perekonomian Inggris jatuh sebanyak 25 persen sepanjang Maret hingga April. Pemerintah Inggris, kata Sunak, memang mengantisipasi perekonomian yang memburuk namun tidak sampai 25 persen.

“Hasil tinjauan itu akan diumumkan minggu ini, jelas itu adalah sesuatu yang akan membuat perbedaan besar bagi para pengusaha yang ingin melihat perubahan,” kata Sunak kepada wartawan di Yorkshire.

(adh)