Jaringan Supermarket Aldi dan Lidl Jerman Beralih ke Online

oleh -

JALAJAHNUSAE.com – Pebinis dunia yang bergerak di jaringan ritel mulai goyah akibat hantaman pandemi corona (Covid-19). Hal ini disebabkan banyak pembeli yang memilih untuk berbelanja melalui online.

Tak terkecuali dua jaringan supermarket diskon global asal Jerman, Lidl Stiftung & Co dan Aldi.

Lidl sendiri mengoperasikan lebih dari 10.000 toko di seluruh Eropa. Jaringan ini dimiliki oleh Schwarz Gruppe, yang juga memiliki supermarket Handelsof dan hipermarket Kaufland.

Sementara Aldi sebagai competitor Lidl memiliki lebih dari 10.000 toko yang terletak di 18 negara. Pada 1946, Aldi didirikan oleh dua bersaudara Albrecht dan Theo ketika mereka memutuskan untuk mengambil alih toko ibu mereka yang terletak di Essen yang beroperasi sejak 1913. Perusahaan ini bermarkas di Mheimlheim, Jerman.

Dua peritel besar ini tampaknya harus siap-siap beralih ke bisnis “online shop” seiring permintaan belanja bahan makanan online yang terus meningkat dalam pergeseran yang diperkirakan akan bertahan di pascapandemi corona ( Covid-19)

Sebelum pandemi COVID-19, duo Jerman ini tumbuh dengan sangat cepat, terutama di Amerika Serikat dan Inggris. Namun, kenaikan pangsa pasar mereka sejak itu terhenti di Inggris dan tergelincir di Jerman dan Prancis.

Data riset pasar Nielsen menunjukan, sejak  awal lockdown akibat virus corona, mereka telah kalah dari supermarket besar karena konsumen melakukan lebih sedikit perjalanan belanja dan memilih toko yang menawarkan pilihan yang lebih luas dan barang-barang bermerek.

Banyak pelanggan tua memilih untuk delivery order atau meminta pengiriman belanja langsung ke rumah.

Pergeseran itu mendorong mereka untuk memusatkan perhatian  pada upaya penjualan online, meski cara ini diluar jangkauan bisnis mereka mengingat tingginya biaya pengiriman makanan segar sehingga tidak sesuai dengan model bisnis yang bergantung pada harga rendah dan layanan minimal.

“Wabah coronavirus kemungkinan akan mempercepat transformasi digital,” kata Maxime Delacour, analis di kelompok riset ritel IGD.

“Kami mengharapkan untuk melihat lebih banyak lagi perkembangan e-commerce dari kedua pengecer dalam waktu dekat.”

Aldi dan Lidl telah mulai menjual produk non-makanan dengan margin lebih tinggi secara online dalam beberapa tahun terakhir, termasuk furnitur taman, pakaian, dan bahkan mesin cuci.

Secara perlahan mereka pun mulai berhenti menyediakan bahan makanan sendiri di sebagian besar pasar terbesar mereka.

Sistem Online

Masih menurut riset Nielsen, di Inggris, pelanggan mulai meminta pengiriman belanja langsung ke rumah-rumah, di mana penetrasi online pasar grosir naik hampir dua kali lipat menjadi 13% sejak kedatangan COVID-19.

“Cara ini  akan membuat hidup saya jauh lebih baik jika Aldi bisa menyediakan belanja online,” kata Shannon Read, yang meluncurkan petisi untuk mendesak Aldi Inggris untuk memulai pengiriman ke rumah ketika dia berjuang untuk mendapatkan formula bayi selama penguncian Covid-19 Inggris.

Aldi pekan lalu mengatakan bahwa mereka telah memperpanjang uji coba pengiriman rumah dalam kemitraan dengan Deliveroo.

(adh/reuters)