Pasar Barang Bekas di China Melonjak

oleh -

CHINA, Jalajahnusae.com – Pandemi corona telah merubah cara pandang masyarakat China. Terutama terhadap pembelian barang.

Kaum milenial yang dulu menjauhi barang-barang bekas, kini justru memburu “rongsokan” mewah yang masih bisa melengkapi penampilan.

Toko-toko online yang menjamur juga memicu makin meluasnya hasrat anak muda untuk mencari barang-barang bekas yang dinilai masih branded.

Sebelumnya, pembelian barang mewah untuk kalangan menengah atas juga mengalami kenaikan.

Beberapa merek barang mewah malah mengalami lonjakan penjualan seiring dibukanya pusat perbelanjaan. Selain itu, ada pula yang melakukan pembelian barang mewah secara online.

Salah satu faktor yang membuat pembelian butik barang mewah di negara itu melonjak adalah perjalanan ke luar negeri yang masih dibatasi.

Hal ini membuat konsumen yang biasa belanja barang mewah di Milan dan Paris mau tidak mau berbelanja di dalam negeri.

Sebagai contoh, di Provinsi Hainan banyak orang rela mengantre selama lebih dari satu jam hanya untuk untuk memasuki butik seperti Gucci, Tiffany, dan lainnya. (rts/adh