Penjualan Ritel Di Inggris Sudah Terpukul Sejak Maret 2020

oleh -

JALAJAHNUSAE.com – Pukulan virus corona (Covid-19) mengakibatkan banyak bisnis dibelahan dunia tutup. Tak terkecuali di Inggris yang turut terkena dampaknya sehingga mengakibatkan penjualan ritel turun dratis  pada Maret 2020.

Dikutip dari Reuters, meskipun lonjakan dalam belanja untuk makanan, volume penjualan keseluruhan anjlok sebesar 5,1% pada Maret dari Februari.

Penurunan lebih besar dari perkiraan jajak pendapat Reuters para ekonom yang sebesar 4,0%.

Itu adalah penurunan paling tajam sejak catatan Kantor Statistik Nasional (ONS) dimulai pada tahun 1996.

Tidak termasuk penjualan bahan bakar yang turun paling banyak sejak tahun 1988, turun sebesar 3,7% pada bulan tersebut.

Dibandingkan dengan Maret tahun lalu, total penjualan turun 5,8%, juga penurunan yang lebih besar dari yang diperkirakan oleh para ekonom dalam jajak pendapat.

Volume penjualan makanan naik dengan rekor 10,4% pada bulan Maret dari Februari karena banyak orang membeli barang-barang kebutuhan pokok untuk pesanan tetap pemerintah di rumah. Tetapi penjualan pakaian anjlok hingga 34,8%, kata ONS.

Ketidakpastian pun masih membayangi, apakah penjualan ritel di Inggris akan membaik atau sebaliknya.

(adh/ktn/reuters)