Harga Mobil Bekas Turun Hingga 20 Persen

oleh -
ilustrasi

JALAJAHNUSAE.com – Imbas pandemi corona (Covid-19) stok mobil bekas di pedagang kian menumpuk, sementara pembeli sedikit. Kondisi ini membuat para pedagang harus memutar otak supaya unit bisa terjual.

Salah satu yang dilakukan mereka adalah dengan menurunkan harga mobkas 10%-20% dari harga normalnya.

Presiden Direktur Mobil88 Halomoan Fischer mengatakan, penurunan harga mobil bekas terjadi hampir di semua segmen, baik untuk mobil di atas Rp 100 juta maupun di bawah Rp 100 juta.

“Harga sekarang rata-rata sudah turun sekitar 5%-10%. Corona ini seperti bencana sosial, semua segmen kena, tidak seperti krisis ekonomi yang biasanya berimbas pada masyarakat ekonomi menengah ke bawah,” katanya, belum lama ini.

Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih mengatakan hal yang sama. Menurut dia, penurunan harga mobil bisa mencapai Rp 20 jutaan tergantung kondisinya.

“Semua dilihat, mobil, merek, keadaan mobilnya, nomor pelat, pajak, dan lain-lain pengaruh. Tapi, memang bisa turun Rp 20 juta,” kata Herjanto belum lama ini.

Bisa juga melirik mobil-mobil eks taksi. Salah satu yang bisa jadi pertimbangan ialah mobil eks taksi Blue Bird. Hanya saja, pilihannya mayoritas ialah sedan dengan tahun produksi tertua 2011.

Menu mobil Rp 70 juta:

– Daihatsu Xenia 2010: Awal Rp 90 juta jadi Rp 70 juta.

– Honda City 2004: Awal Rp 70 jutaan jadi Rp 50 jutaan.

– Eks taksi Nissan Almera: Tahun 2013 Rp 60 juta, tahun 2014 Rp 65 juta

– Eks taksi Toyota Limo: Tahun 2011 Rp 65 juta, tahun 2012 Rp 70 juta.

(adh/ktn)