Rp 207 Miliar Pendapatan Industri Penerbangan Melayang Karena Covid-19

oleh -
Pandemi corona (Covid-19) telah menghamtam industri penerbangan tanah air. Tercatat pendapatan yang menguap dari sektor moda udara ini mencapai Rp 207 miliar. Foto:IG-@Foto profil p_aswarasy p_aswarasy

JALAJAHNUSAE.com – Sejak munculnya pandemi corona (Covid-10)  banyak maskapai yang membatalkan penerbangan untuk mengurangi resiko penularan wabah tersebut.Akibatnya,tak sedikit pendapatan yang hilang.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan industri penerbangan kehilangan pendapatan sebesar Rp207 miliar.

“Sektor layanan udara kehilangan pendapatan Rp207 miliar dengan Rp48 miliar disumbang oleh penerbangan dari dan ke China,” ujar Sri Mulyani dalam video conference, Jumat (17/4).

Ia bilang sebanyak 12.703 ribu penerbangan dibatalkan di 15 bandara sepanjang Januari-Februari 2020. Rinciannya, sebanyak 11.680 penerbangan domestik dan 1.023 penerbangan internasional.

“Angka turis turun 6.800 per hari, khususnya turis dari China,” imbuh Sri Mulyani.

Sementara itu, ia juga mendapatkan laporan bahwa tingkat okupansi kamar hotel di Indonesia anjlok hingga 50 persen. Bahkan, tingkat okupansi di beberapa hotel melorot hingga 90 persen.

“Di beberapa tempat okupansi turun 90 persen dari 6 ribu hotel di Indonesia,” tutur Sri Mulyani.

Ditambah, devisa dari sektor pariwisata juga berpotensi hilang 50 persen dari realisasi tahun lalu yang sebesar US$20 miliar. Jika benar terjadi, maka devisa dari sektor pariwisata tahun ini cuma US$10 miliar.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya untuk menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi bagi pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang tertekan virus corona.

Selain itu, Jokowi juga meminta kepada ‘pembantunya’ agar pekerja di sektor pariwisata mendapatkan bantuan dari program perlindungan sosial yang digelontorkan pemerintah.

“Perlu stimulus ekonomi untuk pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, ini dibuat agar mereka bisa bertahan dan tidak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran,” ucap Jokowi.

(adh)