Gaikindo Turunkan Target Penjualan Kendaraan Jadi 600 Ribu Unit

oleh -
Ilustrasi. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) akhirnya memutuskan akan tetap menggelar rangkaian pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (@GIIAS_ID) 2020 The Series. sekitar bulan Oktober 2020. foto: IG

JAKARTA, Jalajahnusae.com – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo) menurunkan target penjualan tahun 2020 dari yang semula 1.050.000 unit, menjadi 600.000 unit.

Revisi target penjualan ini dilakukan karena imbas pandemi Covid-19 yang masih terus berlanjut sampai saat ini.

Meski sudah terlihat ada pertumbuhan penjualan pada beberapa bulan terakhir, namun berdasarkan data yang ada, ternyata masih jauh dari harapan dan prediksi yang sebelumnya sudah disampaikan.

Stefanus Soetomo, Staf Ahli Gaikindo, mengatakan, pada tiga bulan pertama di 2020 penjualan masih sesuai rencana, tapi begitu akhir Maret mulai terganggu. April menjadi titik terparah di mana penjualan wholesales hanya 3.500 unit dari biasanya sekitar 85.000-90.000 unit rata-rata per bulan.

“Itu artinya hanya 5 persen saja dari normal, atau turun mencapai 95 persen. Dari situ Gaikindo berdiskusi dan keluarlah angka 600.000 unit dari sebelumnya 1.050.000 unit sampai akhir tahun,” ujar Stefanus dalam webinar Kompas Talk bersama Toyota Astra Motor (TAM), Kamis (17/9/2020).

Sales promotion girl (SPG) berpose di samping mobil dalam pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (25/4/2019).

Pameran IIMS 2019 berlangsung hingga 5 Mei 2019 mendatang. Sebanyak 36 merek roda dua dan roda empat ikut memamerkan produk terbarunya di sini.

“Namun ketika itu dengan asumsi bila Juni-Juli pandemi ini sudah reda, sehingga Agustus-Oktober penjualan mulai naik lagi. Tapi melihat kondisi hari ini, dengan jumlah yang terpapar Covid mencapai rekor lagi, maka kita juga perlu mengantisipasi mengenai pencapaian 600.000 itu,” kata dia.

Stefanus menjelaskan untuk kondisi pada penjualan di Agustus kemarin pun belum mengalami peningkatan signifikan.

Padahal proyeksi awalnya ditargetkan bisa terkerek hingga kurang lebih 75 hingga 80 persen sampai Desember nanti.

Dari data, pada Agustus penjualan antara wholesales dan retail menurut Stefanus berkisar 37.000 unit yang mana masih jauh dari target 80.000 unit. Karena itu, dia menyampaikan bila seharusnya nanti akan ada revisi lagi soal target 600.000 unit sebelumnya.

“Untuk wholesales itu cukup besar, dari Juli 25.000 menjadi 37.000 di Agustus, tapi retailnya tidak begitu meningkat besar, sehingga angka retail dan wholesales pada Agustus itu kurang lebih sama, 37.000 unit,” ujar Stefanus.

“Dengan Agustus penjualan yang masih jauh, kemungkinan besar akan ada revisi. Hanya kapannya itu, kita harus bekerja dengan asumsi-asumsi yang ada dulu, mana asumsi yang mau dipakai, itu yang belum kita tentukan tepatnya kapan,” kata dia. (*/adh)