Asyik,Travel Agent Mau Dapat Pinjaman Modal Nih

oleh -
Pameran Travel Agent yang berlangsung di Paskal Hyper Square 23 Kota Bandung beberapa waktu lalu. Foto: Jalajah Nusae/adhi

JALAJAHNUSAE.com – Kabar gembira bagi industri agen perjalanan (travel agent). Mereka akan mendapatkan pinjaman modal antara Rp 25 juta hingga Rp. 100 juta setelah mengalami kerugian parah akibat pandemi Covid-19.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedi mengatakan saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meminta para asosiasi agen perjalanan untuk mendata kebutuhan pinjaman modal anggotanya.

Setelah pendataan dilakukan maka Kemenparekraf akan menjumlahkan total kebutuhan industri perjalanan serta kebutuhan dana untuk pemulihan sektor pariwisata.

“Jadi mereka [Kemenparekraf] bilang ke saya coba dihitung kebutuhannya. Kan mereka [industri perjalanan] lagi collaps pasti butuh permodalan. Makanya saya bilang gak bisa terlalu cepat [untuk mendata]. Kalau dalam 1 minggu sudah selesai sudah bagus,” kata Didien, Rabu (13/5/2020).

Dalam hal ini, pendataan itu dilakukan melalui formulir kuesioner yang akan diisi oleh para pelaku bisnis agen perjalanan.

Nantinya para pengusaha tersebut akan mendapatkan opsi untuk memilih pinjaman pendanaan mulai dari Rp25 juta hingga di atas Rp200 juta.

“Syukur-syukur dikasih bunga ringan, atau tempo pinjaman lunak. Jadi saya buat list.  Nanti diisi organisasi apa atau GIPI mana. Kemudian opsi memilih 25 juta sampai di atas 200 juta. Kenapa saya kasih opsi begitu? Agar industri travel yang UMKM bisa tercangkup,” lanjutnya.

Di sisi lain,  Didien mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada timeline khusus terkait dengan pemulihan sektor pariwisata.

Sementara itu, terkait dengan pemulihan destinasi pariwisata, Didien mengatakan bahwa  Bali adalah prioritas utama.

Sedangkan pascapandemi Covid -19 selesai, pemerintah bisa fokus pada 5 destinasi super prioritas.

“Bali yang terutama, kan dia sudah dikenal banyak. Kemudian orang-orang juga sudah kangen namanya pantai,” kata Didien.

Adapun, menurutnya, selain pendanaan untuk industri agen perjalanan, hal lain yang perlu dilakukan Kemenparekraf untuk pemulihan sektor pariwisata adalah menyiapkan protokol kesehatan di setiap destinasi wisata.

(adh/BI)